Flash News
No posts found

Dipantau, Potensi Tawuran Saat Halal Bihalal

Setiap kali ada pertunjukan dangdut, keributan antar penonton seakan akan menjadi bumbu rutin.

Setiap kali ada pertunjukan dangdut, keributan antar penonton seakan akan menjadi bumbu rutin.

Rembang – Polres Rembang mewaspadai adanya potensi tawuran antar warga, selama dan sesudah Hari Raya Idul Fitri.

Pengalaman tahun lalu, datangnya hari kemenangan, justru menjadi ajang perkelahian, terutama ketika berlangsung pentas dangdut, untuk meramaikan kegiatan halal bihalal. Bahkan sejumlah korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Ada pula peristiwa pembakaran jembatan di Kec. Sumber.

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan berharap kasus serupa tidak terulang kembali dalam perayaan Lebaran tahun ini. Ia menghimbau masyarakat yang akan melangsungkan pagelaran dangdut, beberapa hari sebelumnya berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Hal itu supaya polisi bisa memetakan kerawanan. Kalau skala dangdut besar dan perlu bantuan dari tingkat Polres, tentu pasukan Sabara siap dikerahkan.

AKBP Muhammad Kurniawan menimpali ada baiknya tokoh agama dan tokoh masyarakat ikut membantu menyampaikan kepada warga.

Mungkin saat khutbah sholat i’ed, bisa disisipkan materi bahwa seharusnya Idul Fitri digunakan untuk saling bermaaf maafan, bukan sebaliknya mengumbar emosi, dengan mencari musuh.

Manakala sudah bersifat anarkis, pihaknya akan bertindak tegas. Menurut perwira asli kepulauan Selayar Sulawesi Selatan tersebut, kekerasan tidak akan ditolelir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *