Flash News
No posts found

Lebaran, Justru Terima Omelan Isteri

Panidi, membongkar sampah di TPA Landoh, Kamis pagi.

Panidi, membongkar sampah di TPA Landoh, Kamis pagi.

Rembang – Sejumlah kalangan rela tidak leluasa berlebaran, demi menjalankan tugas. Salah satunya adalah sopir truk pengangkut sampah.

Pagi itu, Panidi, seorang sopir pengangkut sampah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kab. Rembang, sibuk membersihkan sampah di sekitar pasar kota Rembang. Setelah selesai memasukkan ke dalam bak kontainer, Panidi kemudian memacu gas truk pengangkut sampah, menuju tempat pemrosesan akhir (TPA) desa Landoh Kec. Sulang, yang berjarak sekira 5 kilo meter.

Tak hanya satu titik, tetapi ada sejumlah lokasi yang harus ia datangi. Rutinitas semacam itu baru selesai sampai sore hari. Apalagi ketika musim mudik Lebaran, volume sampah meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Warga desa Gedangan Rembang Kota tersebut, terkadang menerima omelan dari keluarganya, lantaran tetap bekerja selama Lebaran. Panidi sebatas menjelaskan bahwa mengangkut sampah merupakan tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan. Kalau berhenti sehari saja, tumpukan sampah akan semakin menggunung. Beruntung, isteri dan anak anaknya mau mengerti.

Panidi bekerja di instansi DPU Rembang sejak tahun 1997 lalu. Kali pertama menjadi tukang sapu. Setelah hampir 10 tahun, baru beralih sebagai sopir truk pengangkut sampah. Ia memahami betul, betapa kebersihan kota musti diimbangi dengan kedisiplinan. Tanpa itu, sudah pasti menuai protes masyarakat.

Panidi tidaklah sendiri. Ada dokter, perawat, polisi, TNI hingga petugas pemadam kebakaran, yang tetap siaga beraktivitas. Usai Hari Raya Idul Fitri, mereka baru digilir untuk menikmati liburan secara bergantian.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *