Flash News
No posts found

Mlempem, Bahaya Mengintai Ndosari

Penambangan di bukit dusun Ndosari desa Sidomulyo. Di bawahnya terlihat perumahan penduduk.

Penambangan di bukit dusun Ndosari desa Sidomulyo. Di bawahnya terlihat perumahan penduduk.

Sedan – Pemerintah kabupaten Rembang kesulitan mengatasi maraknya penambang batu andesit tanpa izin, di kawasan perbukitan dusun Ndosari desa Sidomulyo Kec. Sedan. Lama kelamaan jumlah penambang liar semakin banyak. Bahkan aktivitasnya mulai mendekati permukiman penduduk. Kalau dilihat dari jalan raya Sedan – Pandangan, bukit bekas dikeruk alat berat terlihat sangat jelas.

Kepala Bidang Mineral Dinas ESDM Kab. Rembang, Biyantoro menuturkan mustinya sesuai aturan, jarak penambangan dengan perumahan, antara 200 – 500 meter. Kalau di dusun Ndosari terjadi pelanggaran, rata rata merupakan penambang liar. Mereka menambang di lahan tegalan sendiri, sehingga menganggap tak perlu mengurus izin. Setelah batu terkumpul, kemudian diangkut armada truk.

Biyantoro mengaku sangat susah melakukan pembinaan penambang liar. Setiap bulan pihaknya selalu datang mengecek. Di sejumlah titik, keselamatan petugas menjadi rawan, karena terkadang menghadapi penambang yang marah marah merasa terganggu, karena belum mendapatkan penghasilan. Begitu pula saat diminta mengurus izin, agar mudah terkontrol. Sebagian besar penambang menolak, dengan berbagai alasan. Padahal Dinas ESDM berulang kali mendekati melalui kepala desa setempat. Jangankan izin, masalah sarana keamanan diri penambang, seperti helm, sama sekali tidak dipedulikan.

Berdasarkan data, hanya ada 7 pengusaha tambang di perbukitan dusun Ndosari yang mengantongi izin. Diantaranya PT Amir Hajar Kilsi beralamat kantor di desa Pamotan, mengelola lahan paling luas, mencapai 6,5 hektar. Kemudian dua orang warga setempat desa Sidomulyo, kurang dari satu hektar. Selebihnya adalah pemain luar kampung, seperti CV Andhika Persada desa Sedan, warga desa Plawangan Kec. Kragan dan Bojonegoro Jawa Timur. Luasnya masing masing 1 hektar kurang.

Meski banyak kendala, namun Dinas Energi Sumber Daya Mineral akan tetap meningkatkan pengawasan. Jangan sampai pada musim penghujan kelak, penambangan membahayakan masyarakat.

Seorang warga desa Sidomulyo Kec. Sedan yang enggan disebutkan namanya menganggap penambangan tidak terlalu memperhatikan masalah lingkungan, karena lebih mengutamakan aspek ekonomi sehari hari dan mengurangi pengangguran.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *