Flash News
No posts found

Mulai Terkoyak!!!!

Warga pendukung pabrik semen, menghadiri peletakan batu pertama pabrik semen PT Semen Indonesia, belum lama ini. Persatuan antara warga yang pro dan kontra, terancam merenggang.

Warga pendukung pabrik semen, menghadiri peletakan batu pertama pabrik semen PT Semen Indonesia, belum lama ini. Persatuan antara warga yang pro dan kontra, terancam merenggang.

Gunem – Sikap pro dan kontra terhadap rencana pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia, lama kelamaan mulai mengoyak persatuan warga, terutama di desa Tegaldowo dan Timbrangan Kec. Gunem.

Dari penelusuran Reporter R2B, muncul beberapa kasus yang muaranya karena diduga masalah pabrik semen. Antar tetangga tidak lagi saling mengundang, ketika mempunyai hajat kondangan atau semacam syukuran, karena berbeda pandangan. Padahal sebelum ada rencana pembangunan pabrik semen, sendi sendi kerukunan terjaga cukup baik. Tak hanya itu saja, bahkan satu keluargapun mulai merasakan suasana kurang harmonis.

Kapolsek Gunem, AKP Urip Prihadi mengakui selentingan seperti itu memang pernah terdengar. Ia mengingatkan bahwa perbedaan tak bisa dihindari. Ibaratnya seperti siang malam, tinggi rendah, kanan kiri dan pro kontra merupakan hal biasa. Mustinya jangan sampai meruntuhkan persatuan sebagai satu masyarakat. Aparat desa mempunyai tanggung jawab, untuk mencegah kesenjangan semakin melebar.

AKP Urip Prihadi menambahkan sampai hari Sabtu (02 Agustus 2014), aparat kepolisian tetap memantau aktivitas penolak pabrik semen yang mendirikan tenda di dekat akses jalan menuju tapak pabrik, turut tanah desa Kadiwono Kec. Bulu. Jumlah massa pada malam hari biasanya lebih banyak, dibandingkan saat siang. Kemungkinan kalau siang, sebagian memilih bekerja. Meski demikian pergerakan mereka belum mengganggu kegiatan proyek.

Camat Gunem, Teguh Gunawarman mengaku sebenarnya ia pribadi prihatin melihat kondisi masyarakat seperti sekarang.

Pemerintah telah membuka pintu mediasi, tapi tidak berjalan mulus. Teguh berharap tokoh agama ikut masuk mengingatkan, perbedaan jangan sampai merembet ke konflik horizontal antar warga, karena pada hakekatnya masih saling bersaudara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *