Flash News
No posts found

Gudang Belum Buka, Terpaksa Gunakan Plastik

Petani tembakau di desa Pragu Kec. Sulang mengeringkan daun tembakau, Minggu pagi (03 Agustus 2014).

Petani tembakau di desa Pragu Kec. Sulang mengeringkan daun tembakau, Minggu pagi (03 Agustus 2014).

Sulang – Para petani tembakau di kabupaten Rembang terpaksa menggunakan plastik, untuk membungkus tembakau kering hasil panenen. Hal itu karena belum ada pasokan kain pembungkus dari perusahaan mitra, PT Sadana Arif Nusa.

Pantes, seorang petani tembakau di desa Pragu Kec. Sulang mengungkapkan melalui kelompok tani sudah berupaya menanyakan kepada petugas penyuluh lapangan (PPL). Menurut mereka, memakai plastik tidak masalah. Ada informasi, gudang PT Sadana Arif Nusa di desa Landoh Kec. Sulang, mulai buka hari Senin, tanggal 04 Agustus 2014. Kemungkinan kain pembungkus tembakau sudah bisa diambil, sedangkan penjualan tembakau pertama diterima tanggal 09 Agustus mendatang. Untuk kepastiannya, Pantes memilih menunggu kabar lebih lanjut dari penyuluh.

Jamat, petani tembakau lain mengaku pemakaian plastik memang baru kali pertama ini. Ia memanfaatkan sisa plastik, saat membuat bedeng, awal masa persiapan tanam lalu. Baginya yang terpenting mematuhi arahan PPL, seraya berharap memperoleh harga jual tinggi.

Sekretaris gabungan kelompok tani Sido Maju desa Pragu Kec. Sulang, Tamaji mengakui kondisi seperti sekarang memang diluar dugaan, setelah curah hujan meningkat.

Banyak petani mempercepat masa panen, untuk menghindari kerusakan daun akibat jamur. Setelah itu memasuki perajangan dan pengeringan. Begitu kering, kain belum siap. Tembakau ada yang menumpuk di tetek atau alat pengering terbuat dari bambu. Padahal kalau kelamaan, kualitas tembakau rawan menurun. Sering ada petani kebingungan kesana kemari mencari tetek, karena jumlahnya terbatas.

Meski kendala cuaca ekstrem menghadang, namun Tamaji optimis harga tembakau tetap mampu menembus, minimal seperti tahun 2013 kemarin.

Sebagaimana kami beritakan sebelumnya, lahan tembakau di kabupaten Rembang bertambah luas pada tahun 2014. Dari 2000 menjadi 2.500 hektar, paling banyak tersebar di Kec. Sulang dan Bulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *