Flash News
No posts found

Ini Dia, Tempat Foto Selfie Terasyik

Beraneka ragam gaya foto selfie di kawasan hutan bakau dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi, Sabtu sore (02 Agustus 2014).

Beraneka ragam gaya foto selfie di kawasan hutan bakau dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi, Sabtu sore (02 Agustus 2014).

Rembang – Lokasi ini sekarang menjelma menjadi pusat keramaian wisatawan. Bahkan sebagian pengunjung menjulukinya sebagai tempat pacaran dan foto selfie terasyik di Rembang.

Yah..begitulah secuil cerita dibalik obyek wisata hutan bakau, pinggir pantai dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi, setelah pemerintah kabupaten Rembang menata kawasan tersebut. Bahkan selama musim libur lebaran, tak hanya warga kabupaten Rembang saja yang datang, tetapi pengunjung dari berbagai daerah juga berbondong bondong ke sana.

Salah satunya Reisita Hadi Purborini. Gadis asli Demak yang kebetulan menghabiskan waktu berlebaran di Rembang ini mengaku langsung kesengsem dengan hutan bakau desa Pasar Banggi, karena memiliki panorama alam masih asli. Lebih dari itu, pengunjung bisa menikmati sensasi matahari tenggelam atau sunset, dibalik lebatnya pohon bakau. Belum lagi jembatan kayu yang membelah hutan bakau dan gardu pandang di pinggir laut, cocok sekali untuk foto narsis ala selfie. Tak heran apabila pengunjung didominasi oleh kawula muda. Reisita masih memendam rasa penasaran, kelak kalau ada waktu luang, ingin datang kembali.

Ahmad Yani, seorang pemuda dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi yang ikut mengelola tempat parkir menuturkan wisata hutan bakau, buka mulai pukul 6 pagi sampai dengan menjelang Maghrib. Untuk sepeda motor ditarik Rp 2 ribu, sedangkan mobil Rp 5 ribu.

Ketika ramai, dalam sehari pihaknya mampu mengumpulkan uang hingga Rp 2 juta. Separuh penghasilan disumbangkan untuk pembangunan Masjid desa Pasar Banggi. Yani mengakui masih ada sejumlah sarana yang perlu ditata lagi, seperti pelebaran akses jalan tambak menuju hutan bakau, penambahan jembatan kayu maupun sarana penunjang lain. Menurutnya kedepan sangat potensial dikembangkan. Masyarakat berharap banyak, apalagi mereka bisa mencari penghasilan dari menjual makanan dan minuman.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Rembang, Purwadi Samsi menyatakan program penataan akan terus dilakukan secara bertahap. Kebetulan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendukung penuh. Namun ia menghimbau pengunjung ikut menjaga kelestarian hutan bakau. Salah satunya jangan membuang sampah sembarangan ke laut. Saat ini masih banyak tanaman bakau berusia muda. Kalau sampah berserakan, lama kelamaan bakau akan terancam mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *