Flash News
No posts found

Memilukan, 2 Tewas Dan 4 Lainnya Sempat Kritis

Jenazah Abdul Arif diberangkatkan dari Masjid desa karangharjo Kec. Kragan, Minggu malam.

Jenazah Abdul Arif diberangkatkan dari Masjid desa karangharjo Kec. Kragan, Minggu malam.

Kragan – Dua orang tewas dan empat lainnya sempat kritis, saat akan menguras dek kapal motor Lintas di pinggir laut, tepatnya 150 meter sebelah utara tempat pelelangan ikan (TPI) desa Karanganyar Kec. Kragan, Minggu sore (03 Agustus 2014).

Suasana sekitar TPI Karanganyar pun gempar. Semula Minggu pagi, nelayan selesai membongkar ikan hasil melaut. Dek tempat penyimpanan ikan, kemudian ditutup lagi. Sore harinya, nelayan berniat akan membersihkan dek. Diduga ceceran air bercampur dengan sisa ikan yang membusuk, menimbulkan gas beracun. Begitu dek terbuka, dua orang nelayan masuk, langsung lemas dan tewas. Korban masing masing bernama Abdul Arif (25 tahun), warga desa Karangharjo Kec. Kragan dan Kasmudi, warga desa Kalipang Kec. Sarang.

Empat nelayan lain, berniat menolong. Tapi semua juga ikut lemas, bahkan ada yang terjatuh ke dalam dek, hingga giginya rontok. Tiga orang diantaranya, Jamiri warga Blitung Sarang, Suroso warga desa Pandangan Kulon Kec. Kragan dan Budi Riswanto warga desa Karangharjo Kec. Kragan, sampai Minggu malam menjalani perawatan intensif di rumah sakit dr R Sutrasno Rembang. Satu korban lain, Supadi (59 tahun) warga desa Kebloran Kec. Kragan dirawat di Puskesmas Kragan II, karena kondisinya lebih baik.

Seorang saksi sesama anak buah kapal, Slamet, warga desa Pandangan Kulon menceritakan kejadian berlangsung cepat. Saat korban berjatuhan, ia berteriak teriak meminta tolong kepada nelayan lain. Karena kapal bersandar jauh dari bibir pantai, penanganan korban memang agak tersendat. Tapi satu yang paling diingatnya, bau busuk luar biasa menusuk hidung, menghentikan pernafasan. Bahkan sampai tembus ke dalam pori pori pakaian.

Minggu malam, jenazah dua korban dimakamkan di tempat terpisah. Reporter R2B memantau di rumah duka Almarhum Abdul Arif. Warga mensholatkan jenazah di dalam Masjid setempat, setelah itu baru dimakamkan.

Salah satu tetangga korban, Edi Kholiq mengaku terakhir kali bertemu almarhum, ketika Idul Fitri kemarin. Abdul Arif bersama isterinya yang tengah mengandung anak pertama datang silaturahmi ke rumahnya. Usai bermaaf maafan, kemudian pamit. Tak ada firasat apapun.

Edi menambahkan korban meninggal dunia gara gara menguras kapal sering terjadi di kabupaten Rembang. Ia berharap pemerintah kabupaten segera menggiatkan sosialisasi tentang potensi bahaya di dek tempat penyimpanan ikan, supaya peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *