Flash News
No posts found

Rembang Dikepung Macet

Rombongan pengendara sepeda motor memadati Jl Pemuda Rembang. (gambar atas) jalur lingkar sebelah barat perempatan Galonan macet.

Rombongan pengendara sepeda motor memadati Jl Pemuda Rembang. (gambar atas) jalur lingkar sebelah barat perempatan Galonan macet.

Rembang – Jalur Pantura kota Rembang, hari Senin (04 Agustus 2014) semrawut, karena pesta kupatan masyarakat pesisir. Meski dialihkan ke jalur alternatif, tetap saja terkepung macet.

Selain pesta kupatan di Taman Kartini, ada dua tempat yang bersamaan menggelar pawai syawalan, yakni desa Tasikagung dan Kelurahan Tanjungsari.

Kebiasaan rutin tahunan tersebut, biasanya pada waktu seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Arak arakan peserta pawai, mengakibatkan jalur Pantura lumpuh tiga jam lebih.

Untuk memecah arus kendaraan, lalu lintas dari arah Surabaya dan Semarang, dialihkan menuju jalur lingkar selatan, antara Pertigaan Tireman sampai Pasar Penthungan. Tapi karena kondisi jalan sempit, belum mampu menampung tingginya volume kendaraan. Kemacetanpun merembet ke jalur lingkar selatan.

Seorang petugas Dishubkominfo Rembang yang siaga di Pertigaan Tireman, Muhammad Anshori mengakui jumlah personel terbatas. Ia sampai kewalahan mengarahkan pengguna jalan. Sebagian menolak dialihkan, dengan berbagai alasan.

Aksi saling serobot, semakin memperparah antrean kendaraan. Bahkan banyak mobil pribadi pemudik yang akan balik ke sejumlah daerah, terjebak macet.

Budiman, warga Bogor mengatakan baru saja pulang dari Surabaya. Ia tidak tahu ternyata di Rembang ada kegiatan pesta syawalan. Budiman memilih sabar menunggu. Dirinya enggan lewat jalur Blora – Purwodadi, karena jaraknya lebih jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *