Flash News
No posts found

Kembali Dilanda Masalah, Tambah Ruwet

Papan berisi daftar urut kapal mini pursesine di TPI Tasikagung. Tapi catatan itu tak ada gunanya, karena ikan hasil melaut tidak dilelang.

Papan berisi daftar urut kapal mini pursesine di TPI Tasikagung. Tapi catatan itu tak ada gunanya, karena ikan hasil melaut tidak dilelang.

Rembang – Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung – Rembang yang baru di sebelah utara, kembali menghadapi masalah.

Belakangan tidak ada kegiatan pelelangan, tetapi justru ikan langsung dijual kepada pihak luar, tanpa melalui proses lelang yang semestinya. Tanda tanda itu mulai terasa sejak sebelum Lebaran dan terus berlanjut sampai hari Selasa (05 Agustus 2014). Pernah dalam sehari 25 kapal mini pursesine bersandar, kemudian hari Selasa tercatat 8 kapal. Ikan memang tetap masuk ke dalam lokasi TPI, hanya saja tidak melalui lelang. Petugas TPI seakan akan tidak digubris.

Seorang pengurus kapal di desa Tasikagung Rembang, Fadholi mengatakan ada dua alasan, kenapa pihaknya mengabaikan aturan lelang. Yang pertama, uang pembayaran ikan molor terlalu lama. Bahkan tunggakan diatas tanggal 10 Juli 2014, hingga sekarang belum lunas. Pemicu kedua, tempat sandaran kapal mini pursesine masih saling serobot dengan kapal cantrang. Kalau dibiarkan, ia khawatir rawan memancing ketegangan. Soal besaran harga ikan, antara dilelang maupun dijual langsung, sebenarnya hampir sama. Meski ada selisih, tidak begitu banyak.

Koordinator keamanan TPI Tasikagung – Rembang, Aipda Ahmad Fathoni mengaku pihaknya berulang kali mengingatkan nelayan, bakul dan pengurus kapal mematuhi aturan Perda, melelang ikan sesuai prosedur. Jika tidak dilelang, sama saja tidak ada pemasukan bagi daerah, karena retribusi macet. Lalu bagaimana pemerintah akan meneruskan program pembangunan. Aipda Ahmad Fathoni menimpali hari Selasa (05 Agustus 2014) di kantor UPT Pelabuhan Tasikagung Rembang, berlangsung rapat bersama pihak terkait, untuk mencari solusi atas masalah tersebut. Harapannya aktivitas lelang, kembali berjalan normal.

Sementara itu, sebuah sumber di TPI Tasikagung menduga ada provokator yang bermain, untuk mempengaruhi juru mudi kapal dan bakul, tidak melelangkan ikan ke TPI. Ia merasa prihatin, karena justru memperkeruh suasana. Menurutnya kesalahan jangan dibebankan TPI saja. Masalah tunggakan pembayaran lelang ikan, lebih disebabkan bakul yang tidak disiplin.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *