Flash News
No posts found

Rancang Simulasi, Pemilihan Bupati Dua Tahap

Moch. Salim dan Abdul Hafidz saat masih bersama sama memimpin kabupaten Rembang. Saat ini KPU Kab. Rembang, tengah menyiapkan tahapan Pemilu Kepala Daerah 2015.

Moch. Salim dan Abdul Hafidz saat masih bersama sama memimpin kabupaten Rembang. Saat ini KPU Kab. Rembang, tengah menyiapkan tahapan Pemilu Kepala Daerah 2015.

Rembang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang bersiap siap menyusun tahapan pemilihan langsung Bupati dan Wakil Bupati Rembang, yang akan digelar pada tahun 2015 mendatang.

Komisioner KPU Kab. Rembang, Maftukin menjelaskan pihaknya sudah membuat semacam simulasi tahapan Pemilu Kepala Daerah. Perkiraan untuk tahap pertama berlangsung pada bulan Mei, sedangkan kalau terjadi pemungutan suara tahap ke II, dilaksanakan bulan Juli 2015. Rencana tersebut akan dimatangkan, setelah gawe Pemilu Presiden ditingkat pusat benar benar tuntas.

Maftukin menambahkan pihaknya musti lebih intensif berkoordinasi dengan jajaran Pemkab Rembang, untuk mendapatkan data akurat tentang jumlah penduduk dan jumlah pemilih.

Hal itu penting, karena menjadi dasar penentuan minimal 4 % dukungan dari total jumlah penduduk, bagi pasangan calon independen yang akan maju. Khusus pemilih, nantinya hanya untuk pemegang KTP kabupaten Rembang dan pemilih yang telah memenuhi syarat usia 17 tahun. Tentu angkanya berbeda, apabila dibandingkan ketika Pemilu Presiden lalu. Sampai Selasa (05 Agustus 2014) memang belum ada pengurus partai politik maupun warga, menanyakan masalah Pemilu Kepala Daerah. Tapi sebentar lagi, gaungnya pasti mulai terasa.

Lalu bagaimana dengan biaya ? pemilihan bupati dan wakil bupati Rembang, dianggarkan pada APBD tahun 2014 dan 2015.

2014 memperoleh dana sekira Rp 2 miliar, untuk menyusun regulasi, pembentukan penyelenggara sampai ke tingkat desa, pemutakhiran data pemilih dan termasuk launcing pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah, akan dikemas besar besaran tahun ini.

Kemudian tahun 2015, KPU Kabupaten Rembang berencana mengusulkan anggaran Rp 3,7 miliar. Tapi disetujui berapa, menunggu agenda pembahasan, karena musti menyesuaikan kondisi keuangan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *