Flash News
No posts found

Lahan Tebu Ketua Asosiasi Terbakar, Sebab?

Warga ikut membantu memadamkan kebakaran tebu di lahan milik Maryono, Kamis pagi (07/8).

Warga ikut membantu memadamkan kebakaran tebu di lahan milik Maryono, Kamis pagi (07/8).

Sulang – Kebakaran lahan tebu terjadi di pinggir jalan raya Rembang – Blora, tepatnya di dekat akses jalan masuk desa Kaliombo Kec. Sulang, hari Kamis (07 Agustus 2014).

Lahan tebu tersebut milik Maryono, warga desa Karangharjo Kec. Sulang, yang juga merupakan Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonedia (APTRI) Kab. Rembang. Maryono mengaku tidak tahu menahu penyebab kebakaran. Tiba tiba ia menerima laporan api sudah membesar. Karena banyak daun kering yang mudah terbakar, si jago merahpun menjalar sangat cepat. Ia memperkirakan dari total luas lahan tebu lima hektar, ada 3 hektar yang mengalami kerusakan, dengan kerugian sekira Rp 20 jutaan.

Pihaknya sempat menghubungi pabrik gula di Kudus dan Pati. Mereka menyampaikan supaya tebu segera dipanen dan disetor ke pabrik gula, sebelum tiga hari, karena dikhawatirkan kadar gulanya merosot tajam. Tapi jika tidak mampu mengejar target waktu, alternatif lain bisa dialihkan untuk bahan membuat gula merah.

Begitu menerima laporan, petugas pemadam kebakaran Pemkab Rembang langsung turun ke desa Kaliombo.

Kepala Bidang Kebersihan Dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang membawahi pemadam kebakaran, Mohammad Rokhim mengakui penanganan kebakaran tebu memang agak sulit, karena harus mencari titik api dulu. Belum lagi kalau posisinya menjorok ke dalam, memerlukan selang air panjang. Padahal ketersediaan selang terbatas. Rokhim menduga kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan. Maka ia menghimbau masyarakat lebih waspada. Sekecil apapun sumber api, ketika cuaca panas seperti sekarang, rawan menimbulkan kebakaran.

Mohammad Rokhim menambahkan tahun lalu kebakaran lahan tebu termasuk sering. Kecamatan Sulang menduduki peringkat teratas, disusul Kec. Pamotan dan Gunem. Tak hanya puntung rokok, terkadang ada pula karena dugaan sabotase alias sengaja dibakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *