Flash News
No posts found

Gagas Puskesmas Religi, Warga Minta Dikaji Ulang

Puskesmas ini, sementara menjadi satu satunya di kecamatan Sarang. Pemkab akan menambah Puskesmas di lokasi pinggir jalur Pantura.

Puskesmas ini, sementara menjadi satu satunya di kecamatan Sarang. Pemkab akan menambah Puskesmas di lokasi pinggir jalur Pantura.

Sarang – Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang menggagas Puskesmas bernuansa religi Islam.

Kalau jadi, hal itu akan diterapkan pada Puskesmas Sarang yang siap dibangun di pinggir jalur Pantura desa Kalipang Kec. Sarang, tahun 2014 ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii membandingkan di dunia perbankan, muncul bank syariah. Tak ada salahnya, Puskesmaspun mengadopsi gaya tersebut. Yang paling mencolok, semisal penampilan dokter maupun tenaga medisnya, mengenakan busana muslim.

Ia beralasan, di kecamatan Sarang banyak tersebar pondok pesantren. Masyarakatnya juga kental dengan kehidupan Islam. Musti ada ciri khas, lebih lebih Puskesmas berada di daerah perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur.

Di Kec. Sarang, sebelumnya baru ada 1 Puskesmas. Penambahan Puskesmas menjadi sangat mendesak, lantaran terdapat 23 desa, dengan jumlah penduduk mencapai 60 ribuan orang. Terkait ancaman ombak besar yang bisa merusak bangunan Puskesmas, Ali mengaku sudah mengantisipasi. Nanti diatasi melalui pengurukan atau reklamasi pantai. Total anggaran yang dialokasikan untuk Puskesmas Sarang II, sekira Rp 5,2 miliar.

Ali Syofii juga menyinggung seputar perkembangan pembangunan Puskesmas Sale. Semenjak pemborongnya dihentikan, proyek mangkrak cukup lama. Kini sudah ada pekerja baru lagi, bertugas menyelesaikan bangunan, sesuai standar lantai II. Targetnya, ruangan baru dioperasikan tahun ini, supaya tidak saling berdesak desakan.

Sementara itu, Kasrowi, warga pesisir Kec. Sarang mengapresiasi penambahan jumlah Puskesmas, untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Hanya saja ia berharap rencana Puskesmas religi Islam dikaji lagi. Bagaimanapun harus mempertimbangkan bahwa Puskesmas merupakan aset pemerintah, yang datang berobatpun dari berbagai macam pemeluk agama. Kalau di layanan kesehatan swasta, baginya tidak masalah.

2 Komentar

  1. Yono

    Kami sebagai pasien tak butuh dokter dan perawat tampil bak ustadz dan ustadzah. Kami hanya butuh dilyani dengan ramah, cekatan, dan pelayanan yang nguwongke wong..

  2. muhammad maimun

    nuansa islam pada pelayanan puskesmas sebaiknya lebih diutamakan. jangan sampai menggunakan label formal islam pada institusi malah berakibat pada pengkerdilan Islam sebagai agama yang di anut mayoritas penduduk. Nuansa islam pada pelayanan adalah senyum ramah, layanan profesional, kebersihan/sterilitas tempat, kelengkapan sarana serta mampu menjadikan pelayanan kesehatan sebagai wujud rahmatan lil alamin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *