Flash News
No posts found

Nilai Siswa Kurikulum Baru Berbeda, Pakai Apa ?

Siswa SD Pedak menjawab pertanyaan guru. (gambar atas) Kepala Sekolah SD Pedak, Teguh Sulastriyo menunjukkan buku kurikulum baru.

Siswa SD Pedak menjawab pertanyaan guru. (gambar atas) Kepala Sekolah SD Pedak, Teguh Sulastriyo menunjukkan buku kurikulum baru.

Sulang – Kurikulum baru 2013 mulai bergulir di kabupaten Rembang. Ada banyak perubahan, dibandingkan kurikulum lama. Selain sistem pembelajaran yang berbeda, nilai siswa juga tidak lagi melulu berbentuk nominal angka, 1 sampai dengan 10.

Ada tiga jenis penilaian, meliputi sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Sikap misalnya, nilai guru diindikatorkan dengan kata belum tampak, tampak dan menonjol, kemudian pengetahuan nilai berbentuk tercapai atau belum tercapai, sedangkan dari sisi ketrampilan, tergambar dalam kata baik, cukup dan perlu bimbingan. Sekolah menunggu petunjuk lebih lanjut, terutama masalah pengisian nilai raport.

Untuk jenjang SD, siswa kelas 1, 2, 4 dan kelas 5 sudah menerapkan kurikulum baru. Muntamimah, guru kelas V SD Pedak Kec. Sulang menuturkan semangat kurikulum baru adalah bagaimana siswa lebih aktif selama kegiatan belajar mengajar. Kalau yang pandai, pasti terlihat menonjol. Sebaliknya ketika sulit mengikuti, siswa banyak terdiam. Ia berharap orang tua lebih peduli mengawal penerapan kurikulum baru, supaya putra putri mereka pelan pelan bisa menyesuaikan.

Menurutnya agak berbeda dibandingkan dengan siswa daerah perkotaan, yang rata rata memperoleh tambahan les, diluar jam sekolah.

Kepala Sekolah SD Pedak, Teguh Sulastriyo mengatakan soal stok buku, menurutnya tidak masalah. Ketika muncul kendala kurang, antar SD saling berkomunikasi, tukar menukar buku. Kebetulan ada sekolah mengalami kelebihan maupun kekurangan buku. Apabila ternyata masih belum cukup, sekolah memperbanyak materi, dengan cara memfoto kopi sendiri.

Teguh Sulastriyo menyadari sesuatu yang baru, pada awalnya memang harus belajar lagi. Tak hanya siswa, namun juga guru, kepala sekolah dan termasuk orang tua.

Kelak seiring berjalannya waktu, dengan dukungan orang tua murid, ia optimis akan mampu menjalankan kurikulum baru. Apapun kendalanya, sekolah wajib menyukseskan program pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *