Flash News
No posts found

Terlibat Kejar Kejaran, Layaknya Film Action

Mobil dan tumpukan kayu jati diamankan di halaman belakang KPH Mantingan, Selasa pagi (12/8)

Mobil dan tumpukan kayu jati diamankan di halaman belakang KPH Mantingan, Selasa pagi (12/8)

Rembang – Petugas Polisi Hutan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, Rembang, Senin malam mengamankan sebuah mobil yang mengangkut kayu ilegal. Sebelum penangkapan, petugas sempat terlibat adu kejar kejaran, layaknya di film action.

Mobil bak terbuka bernomor polisi B 9876 HU, semula melaju di jalan raya Sulang – Sumber. Mobil membawa 15 batang kayu jati gelondongan, dengan panjang rata rata 2 meter dan tebalnya 20 – 30 centi meter. Kayu berkualitas bagus, umurnya 30 tahun lebih. Diduga merupakan hasil pembalakan liar.

Kebetulan kala itu berpapasan dengan mobil patroli Polhut. Karena curiga, polisi hutan berbalik arah dan langsung mengejar. Mobil justru nekat masuk ke jalan kampung di desa Pelemsari Kec. Sumber, bermaksud ingin menghilangkan jejak. Karena sopir panik merasa sudah terpojok, mobil menyerempet sepeda motor milik warga dan akhirnya terperosok ke dalam selokan. Khawatir tertangkap, sopir mobil yang tidak diketahui identitasnya tersebut, melarikan diri.

Wakil Administratur KPH Mantingan, M Rizqon menjelaskan pihaknya mengevakuasi barang bukti mobil serta kayu, menuju kantor KPH Mantingan. Bahkan baru selesai pukul 01 Selasa dini hari (12 Agustus 2014).

M. Rizqon menambahkan hingga Selasa siang, Perhutani masih berkoordinasi dengan aparat Polres Rembang, untuk menelusuri asal usul kayu dan mengidentifikasi sopir mobil. Sesuai pemetaan KPH Mantingan, wilayah hutan di daerah perbatasan Rembang – Blora memang termasuk rawan pencurian. Berbagai upaya ditempuh, salah satunya dengan menggiatkan patroli.

Sedangkan akses perlintasan kayu ilegal, sering memanfaatkan jalur Sulang – Sumber. Kayu biasanya dikirimkan ke daerah Ronggo dan sekitarnya. Ia meminta bantuan masyarakat ikut memantau, kalau ada gerak gerik mobil mencurigakan, secapatnya bisa melapor.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *