Flash News
No posts found

Swa Sembada Terancam, Pemkab Buat Lahan Lestari

Petani desa Japerejo Kec. Pamotan sibuk menanam padi, Jumat pagi.

Petani desa Japerejo Kec. Pamotan sibuk menanam padi, Jumat pagi.

Pamotan – Hamparan sawah dari desa Japerejo hingga desa Pamotan Kec. Pamotan, diharapkan tetap bertahan untuk menopang sektor pertanian, meski banyak pihak yang mengincar lokasi tersebut sebagai sarana tempat usaha dan perumahan.

Soleh, seorang petani yang mempunyai lahan pertanian di sebelah barat desa Pamotan mengibaratkan sawahnya seperti tanah emas, karena dalam setahun mampu panen padi sebanyak tiga kali. Hal itu berkat sokongan air irigasi dari kawasan Mudal, Glanggang dan sekitarnya. Air mengalir cukup lancar, menuju lahan persawahan. Begitu selesai panen, ia langsung menebar benih, untuk ditanam lagi. Hanya saja kalau puncak musim kemarau, pasokan air belum mampu menjangkau sawah yang posisinya agak tinggi.

Soleh menimpali termasuk petani yang tetap mempertahankan sawahnya. Sementara ini ia tidak tergiur menjual sawah kepada pihak lain, padahal harga dari tahun ke tahun semakin melambung.

Belakangan hanya lahan sisi dalam saja yang dijual, untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Ia mencontohkan tanah seluas 150 meter persegi, sudah laku sampai Rp 30 juta.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kab. Rembang, Suratmin menyatakan pihaknya tengah merancang lahan lestari, yang tidak boleh dialihfungsikan ke non pertanian. Luasnya mencapai 36 ribu hektar sawah dan tegalan. Ia berharap masyarakat serta pemerintah desa ikut menjaga lahan lestari. Kalau ada rencana transaksi jual beli, bisa diingatkan segera konfirmasi ke Badan Pertanahan Nasional atau Dinas Pertanian Dan Kehutanan.

Tujuannya menyelamatkan program swa sembada beras. Sekarang sawah produktif semakin menyusut, paling banyak untuk perumahan. Tanpa kepedulian semua pihak, ia khawatir produksi gabah anjlok dalam rentang waktu 5 – 10 tahun kedepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *