Flash News
No posts found

“Buat Apa Demo, Kami Siap Menjawab…”

Dedi Kusmayadi, Koordinator PPL PT Sadana Arif Nusa. (gambar atas) petani tembakau di desa Glebeg Kec. Sulang mengeringkan daun tembakau, Sabtu pagi (16/8).

Dedi Kusmayadi, Koordinator PPL PT Sadana Arif Nusa. (gambar atas) petani tembakau di desa Glebeg Kec. Sulang mengeringkan daun tembakau, Sabtu pagi (16/8).

Sulang – Petani tembakau di kabupaten Rembang, dihimbau jangan mudah terpancing hasutan untuk melancarkan aksi demo, gara gara informasi penolakan pembelian daun tembakau oleh perusahaan mitra, PT Sadana Arif Nusa yang membuka gudang di desa Landoh Kec. Sulang.

Dedi Kusmayadi, koordinator penyuluh pertanian lapangan (PPL) PT sadana Arif Nusa meminta kalau ada petani belum jelas, pihaknya sangat terbuka menjawab pertanyaan. Petani bisa datang langsung ke gudang atau mengkonfirmasi PPL terdekat. Kerja sama tahun 2014, telah memasuki tahun ke empat. Petani harus menyadari bahwa untuk melewati sebuah proses ke arah panen yang baik, butuh pengalaman dari waktu ke waktu. Jangan sampai tembakau asal jadi, tanpa memperhatikan arahan PPL.

Dedi mengklaim sejak tahun 2013 lalu, pihaknya menyosialisasikan daun tembakau yang rusak tidak akan dibeli. Petani sebenarnya sudah mengetahui. Ia menganggap kerusakan daun tembakau bukan karena faktor hujan. Pengaruh cuaca hanya dibawah 10 %. Justru hal itu disebabkan kesalahan petani sendiri. Semisal tembakau busuk berwarna hitam terlalu masak, kemudian berwarna hijau mati, gara gara dipetik terlalu muda atau belum waktunya panen. Kalau pihaknya menolak, semata mata demi kepentingan petani, supaya kedepan lebih berhati hati.

Seorang petani tembakau di desa Glebeg Kec. Sulang, Sumari mengatakan reaksi petani berbeda beda, menyikapi masalah tersebut. Sebagian mau memahami, tapi ada pula yang marah marah. Ia membenarkan terkadang memang petani nekat melanggar petunjuk PPL, setelah mengamati perkembangan cuaca yang tidak bersahabat. Mustinya jangan langsung emosi. Kebetulan beberapa hari lalu, dirinya mempunyai daun tembakau yang menurutnya kurang bagus. Setelah dibawa ke gudang, ternyata masih bisa terbeli.

Sumari mengingatkan sesama petani tembakau di sekitar tempat tinggalnya, untuk tidak bosan bosan melakukan evaluasi.

Mulai penanaman, perawatan, pemanenan, perajangan, pengeringan hingga pengepakan. Sudah sesuai prosedur atau belum. Ia yakin perusahaan mitra tidak akan mempermainkan harga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *