Flash News
No posts found

Ditemukan Tengkorak, Korban Pembunuhan?

Polisi menggunakan lampu penerangan, melihat temuan tulang dan tengkorak di pinggir pantai Binangun Lasem.

Polisi menggunakan lampu penerangan, melihat temuan tulang dan tengkorak di pinggir pantai Binangun Lasem.

Lasem – Warga menemukan tulang belulang dan tengkorak manusia di pinggir pantai desa Binangun Kec. Lasem, Sabtu sekira pukul 20.00 wib.

Kali pertama, tulang dan tengkorak dipergoki oleh Bari Wahyuni, warga desa Binangun yang kebetulan mempunyai warung di pinggir pantai. Bari mengaku sering mengecek keberadaan tulang, karena terkikis gelombang laut pasang. Semula mengira tulang hewan, namun ternyata tampak gigi dan tengkorak. Ia langsung mengabari seorang rekannya wartawan, untuk meneruskan informasi temuan itu kepada aparat kepolisian. Bari merasa heran, karena kawasan tersebut, bukan makam.

Kapolsek Lasem, Iptu Mohammad Syuhada mengatakan saat tiba di lokasi, suasana masih sepi. Tak berselang lama, datang sejumlah warga, aparat desa dan forum komunikasi masyarakat sejarah (Fokmas) Lasem, untuk bersama sama ke lokasi temuan tengkorak. Jaraknya sekira 50 meter sebelah barat, dari titik temuan kerangka manusia, beberapa tahun lalu.

Sementara tulang tulang kecil yang diamankan oleh perwakilan Fokmas, mereka khawatir terbawa ombak. Sedangkan tengkorak, masih terpendam di dalam tanah, namun sudah terlihat bentuknya. Syuhada meyakini bukan korban pembunuhan yang dikubur di pinggir pantai, baru baru ini, kemungkinan jasad manusia yang pernah hidup ratusan tahun silam. Pihaknya enggan melakukan penggalian, karena hal itu kewenangan Balai Arkeologi. Melalui Fokmas, Balar Yogjakarta sudah dikontak. Kabarnya hari Selasa (19/8) akan datang.

Temuan tulang manusia, sebenarnya bukan kali ini saja. Tahun 2011 lalu, warga juga pernah menemukan, kemudian diteliti oleh Balai Arkeologi. Gunadi, salah satu petugas Balai Arkeologi mengatakan ada hubungan antara kerangka manusia di pinggir pantai desa Binangun dan Leran Kec. Sluke. Mereka sama sama manusia pra sejarah ras austronesia. Umur situs itu diperkirakan 2.650 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *