Flash News
No posts found

Tak Kebagian, Langsung Desak Sopir

Warga desa Sidomulyo Kec. Kaliori mengangkat jirigen kosong, karena tidak kebagian jatah air, Senin pagi.

Warga desa Sidomulyo Kec. Kaliori mengangkat jirigen kosong, karena tidak kebagian jatah air, Senin pagi.

Kaliori – Penyaluran bantuan air bersih di desa Sidomulyo Kec. Kaliori, hari Senin (18 Agustus 2014), langsung diserbu masyarakat.

Sejumlah truk tangki menyebar ke sejumlah titik. Kami sempat memantau di lapangan desa Sidomulyo. Warga beradu cepat, untuk mendapatkan air. Mereka harus berlarian dari dalam rumah, begitu mengetahui ada bantuan datang. Hanya sekira setengah jam, air sebanyak 4 ribu liter ludes. Bahkan sebagian masyarakat tidak kebagian, sehingga harus kembali dengan jirigen kosong.

Lasno, seorang warga desa Sidomulyo Kec. Kaliori mengaku kecewa belum mendapatkan jatah air. Ia sebatas berharap truk tangki kembali lagi dan tidak kalah cepat dengan warga lain.

Menurutnya, kondisi kekeringan di desanya semakin parah. Mereka harus mencari air keluar kampung, untuk mencukupi kebutuhan sehari hari.

Sopir truk tangki PDAM Rembang, Harmono menanggapi setiap warga mendesak kembali lagi ke tempat yang sama, ia tidak bisa memastikan, karena harus menyesuaikan petunjuk aparat desa setempat. Terkadang, pemerintah desa menginginkan bantuan jangan terfokus satu lokasi saja, tetapi harus diratakan.

Bantuan air ke desa Sidomulyo termasuk bagian penyaluran tahap II, oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang. Pada tahap ini, disiapkan 54 tangki. Tidak hanya untuk desa Sidomulyo, tetapi juga dikirimkan ke desa Sambiyan Kec. Kaliori dan desa Jukung Kec. Bulu.

Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Ahmad “Ayub” Makruf menjelaskan pihaknya total menyiapkan bantuan 1.000 tangki, sampai dengan bulan Desember mendatang. Kalau masih kurang, Bakorwil I Pati sebagai kepanjangan tangan pemerintah provinsi Jawa Tengah, juga siap menyuplai air ke kabupaten Rembang.

Ahmad Makruf menambahkan anggaran daerah yang dialokasikan untuk bantuan air bersih tahun 2014, semula Rp 260 juta. Tapi dalam pembahasan APBD Perubahan dipangkas menjadi Rp 200 juta, dengan pertimbangan masih cukup. Sedangkan sisa dana Rp 60 juta, dialihkan untuk pelatihan tim SAR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *