Flash News
No posts found

Diyakini Lasem – Kragan Pusat Pendaratan

Detail tulang yang berserakan di pinggir pantai desa Binangun Kec. Lasem, diduga merupakan kerangka manusia pra sejarah.

Detail tulang yang berserakan di pinggir pantai desa Binangun Kec. Lasem, diduga merupakan kerangka manusia pra sejarah.

Lasem – Balai Arkeologi (Balar) Yogjakarta meyakini wilayah kabupaten Rembang menjadi pusat pendaratan manusia pra sejarah ras austronesia, yang diperkirakan hidup pada 2.600 an tahun lalu. Hal itu mereka ungkapkan, saat mendatangi lokasi temuan tulang dan tengkorak di pinggir Pantai Binangun Lasem, hari Selasa (19 Agustus 2014).

Ketua Tim Peneliti Balai Arkeologi Yogjakarta, Gunadi menjelaskan temuan di Pantai Binangun kali ini sama persis dengan temuan kerangka sebelumnya, yakni gigi dipangkur, sehingga tampak runcing. Tapi masih kalah banyak dengan temuan di pinggir pantai desa Leran Kec. Sluke, yang sudah mencapai 17 individu.

Kemudian didukung data temuan di pesisir pantai desa Tanjungan Kec. Kragan. Dari hasil penelitian, jarak 300 meter sebelah selatan pantai, terdapat lokasi penguburan, sedangkan jarak 1 kilo meter merupakan kawasan permukiman, setelah banyak dijumpai artefak berupa klenthing atau sarana untuk mengambil air. Menurut Gunadi, pantai antara Lasem sampai dengan Kragan diyakini menjadi pusat pendaratan manusia pada zaman itu.

Danang Suastika, dari Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem berharap kedatangan Balai Arkeologi bisa menjawab pertanyaan masyarakat.

Warga terkadang penasaran, apakah ras austronesia termasuk nenek moyang warga kabupaten Rembang.

Danang menimpali pihaknya akan mendampingi petugas Balai Arkeologi selama di Pantai Binangun. Temuan tulang tulang kecil satu plastik kresek yang diamankan sebelumnya, telah diserahkan kepada Balar, untuk mendukung kegiatan penelitian.

Ia menduga di tebing pantai tersebut, masih banyak menyimpan kerangka manusia pra sejarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *