Flash News
No posts found

Wujudkan Mimpi Nelayan, TPI Bonang Direklamasi

Pantai Binangun Lasem dipenuhi kapal kapal besar dari Kragan dan Sarang. Kebutuhan BBM solar musti segera dicukupi oleh SPBN.

Pantai Binangun Lasem dipenuhi kapal kapal besar dari Kragan dan Sarang. Kebutuhan BBM solar musti segera dicukupi oleh SPBN.

Lasem – Nelayan yang bersandar di pesisir pantai desa Bonang – Binangun Kec. Lasem, kesulitan membeli bahan bakar solar.

Sukarmin, salah satu nelayan asal Pandangan Kragan mengatakan setiap hari ada ratusan perahu dan kapal yang berada di kawasan tersebut. Sebagian besar dari wilayah Kragan dan Sarang. Anak buah kapal biasanya membeli solar ke SPBU Tasiksono – Lasem atau SPBU desa Leran Kec. Sluke. Selain jauh, persediaan juga terbatas, sehingga nelayan kerap antre lama. Maka ia mendesak pemerintah kabupaten Rembang, segera merealisasikan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar, khusus untuk nelayan.

Kepala Desa Bonang, Syaeful Sodiqin mengaku setuju setuju saja, apabila ada pembangunan stasiun pengisian bahan bakar nelayan, untuk mempermudah aktivitas melaut. Tapi menurutnya lebih baik Pemerintah Kabupaten Rembang fokus membesarkan tempat pelelangan ikan (TPI) Bonang dulu, karena strategis dan potensial dikembangkan.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, Suparman membenarkan lokasi yang dulu menjadi TPI Bonang, sekarang dibongkar. Nantinya akan ada pihak swasta, berminat membangun stasiun pengisian bahan bakar nelayan di tempat itu. Tahap pertama, memiliki kapasitas 8 ribu liter solar setiap hari. Menurutnya, aktivitas pelelangan di TPI Bonang selama ini masih belum terkoordinir, karena berlangsung secara musiman, sehingga tidak masuk dalam pendapatan asli daerah. Kalau kedepan semakin ramai, Pemkab akan lebih serius mengelola.

Suparman menambahkan biaya pembangunan SPBN menjadi tanggung jawab investor. Pemerintah kabupaten Rembang sebatas melakukan reklamasi atau pengurukan pantai sepanjang 20 an meter ke arah utara. Tahun 2014 ini dimulai, dengan anggaran daerah sebesar Rp 200 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *