Flash News
No posts found

Dibacok Kawanan Pelaku Bercadar, Warga Takut Keluar Malam

Korban pembacokan, Muhammad Khoirul Anwar menjalani perawatan di rumah sakit, hari Senin.

Korban pembacokan, Muhammad Khoirul Anwar menjalani perawatan di rumah sakit, hari Senin.

Kaliori – Seorang pemuda warga desa Kuangsan Kec. Kaliori menjadi sasaran korban pembacokan sekelompok orang bercadar di dekat pertigaan masuk menuju desa Pengkol atau 100 an meter sebelah barat desa Kuangsan, Senin (25 Agustus 2014) sekira pukul 00.15 WIB.

Korban Mohammad Khoirul Anwar, usia 22 tahun, menderita luka terkena sabetan senjata tajam di bagian kepala belakang, telapak tangan kanan dan punggung sisi kanan.

Muhammad Khoirul Anwar bercerita waktu itu baru saja pulang mencari makan, usai merajang tembakau, bersama dengan temannya Yono “Kentung”. Ketika keluar pertigaan antara desa Pengkol sampai dengan Kuangsan, sepeda motor Yono dicegat lebih dulu oleh hampir 10 orang menggunakan penutup muka. Yono berhasil kabur, sedangkan ia yang mengendarai sepeda motor di belakang tidak bisa menyelamatkan diri, karena sudah terkepung.

Pelaku sempat bertanya berasal dari mana. Muhammad kemudian menjawab dari desa Kuangsan, setelah itu langsung dihujani senjata tajam. Usai melancarkan aksinya dengan brutal, pelaku kabur. Meski menderita luka parah, namun korban masih mampu bangkit naik sepeda motor. Begitu sampai Kuangsan, dirinya segera dilarikan ke rumah sakit dr R Sutrasno oleh warga.

Hari Senin, sejumlah petugas Polsek Kaliori datang ke ruang Bougenville rumah sakit, meminta keterangan korban. Kapolsek Kaliori, AKP Sunarmin melalui Kanit Reskrim Polsek Kaliori, Aiptu Sutarko mengatakan tidak ada barang milik korban yang hilang, sehingga motifnya bukan perampokan. Pihaknya menduga ada keterkaitan dengan masalah perseteruan sejumlah pemuda desa Kuangsan dan Banggi Petak. Dendam lama seperti itu sudah sering didamaikan, tapi sesekali masih rawan muncul kembali. Untuk memperkuat dugaan itu, orang tua korban disarankan melapor ke Polres Rembang, agar nantinya upaya penyelidikan lebih efektif.

Kepala Desa Kuangsan Kec. Kaliori, Saliman membenarkan antar warga kedua kampung pernah bersepakat untuk damai, lantaran merasa saling bertetangga. Masalahnya, generasi anak anak muda sekarang, seusia SMP dan SMA susah dikendalikan, seperti melanjutkan bibit bibit permusuhan yang terpendam. Saliman mendesak Polres dan Pemkab Rembang turun tangan, karena masalah itu sulit ditanggulangi. Warga belakangan juga resah jika ingin keluar malam, takut aksi pencegatan terus berlanjut. Tapi khusus pelaku kekerasan terakhir Senin dini hari, belum ada kejelasan dari kelompok mana. Ia enggan berspekulasi dan menuduh tanpa bukti.

Saliman mendukung upaya penegakan hukum. Ia tidak akan melindungi warganya, apabila bersalah. Sebaliknya hal itu musti berlaku untuk warga desa lain.
Dengan tindakan tegas, diharapkan bisa memberikan efek jera, sekaligus mengurangi tindak kekerasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *