Flash News
No posts found

“Dibuka Lagi Atau Kami Laporkan…”

Bambang Wahyu Widodo (kiri) bertemu dengan pihak Kejaksaan Negeri Rembang, Kamis siang.

Bambang Wahyu Widodo (kiri) bertemu dengan pihak Kejaksaan Negeri Rembang, Kamis siang.

Rembang – LSM dan wartawan berbagai media, hari Kamis (28 Agustus 2014) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Rembang, untuk menanyakan kenapa kasus dugaan korupsi dalam proyek kebun bibit rakyat senilai Rp 1,4 miliar dihentikan penyidikannya.

Bambang Wahyu Widodo, dari Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) mengatakan proyek tersebut berlangsung pada tahun 2011 lalu, ditangani Dinas Pertanian Dan Kehutanan. Mustinya 28 kelompok di berbagai kecamatan membuat penyemaian bibit, tapi sebagian besar justru membeli bibit sudah jadi. Hal itu menurutnya sudah jelas penyimpangan. Terbukti kemudian pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek, berinisial Swn ditetapkan menjadi tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri Rembang. Sampai sekarang tersangka tidak pernah ditahan. Ia semakin kaget, karena mendengar informasi bahwa kasus tersebut dihentikan.

Bambang mendesak Kejaksaan Negeri Rembang, untuk membuka kembali penyidikan kasus itu. Kalau tidak, dirinya siap melaporkan ke Kejaksaan Agung. Apalagi sempat muncul dugaan bahwa ada oknum jaksa yang diisyukan menerima uang.

Saat audiensi, Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, I Wayan Eka Putra, didampingi tim penyidik, Yusuf dan Rudi Hartoko. Yusuf membenarkan memang dari 28 kelompok, hanya 5 kelompok saja yang melakukan penyemaian bibit. Penyidik selama ini telah memeriksa lebih dari 30 orang saksi, dalam kasus kebun bibit rakyat. Sedangkan Rudi Hartoko beralasan saat supervisi bersama tim Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, menyimpulkan tidak ada kerugian negara, sehingga menjadi pertimbangan utama penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, I Wayan Eka Putra ikut menimpali bahwa kasus kebun bibit rakyat sudah sangat lama, bahkan jauh sebelum dirinya masuk Rembang. Kendala muncul, salah satunya kesulitan menelusuri barang bukti. Kalau tuduhan ada uang suap, Wayan mengklaim tidak tahu.

I Wayan Eka Putra berjanji akan mengkaji lagi kasus kebun bibit rakyat, termasuk menunggu kedatangan Kepala Seksi Pidana Khusus, Eko Yuristianto yang tengah menjalani pendidikan di luar daerah. Eko selama ini dianggap mengetahui seluk beluk perkembangan terbaru kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *