Flash News
No posts found

Khawatir Mogok, Sopir Ambulans Galau

Papan berisi pengumuman premium habis di SPBU Banyudono Kec. Kaliori, Rabu malam.

Papan berisi pengumuman premium habis di SPBU Banyudono Kec. Kaliori, Rabu malam.

Rembang – Semenjak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melanda, masyarakat pengguna jalan resah. Mereka takut kendaraan mogok di tengah jalan, gara gara sulit mencari solar maupun bensin.

Kekhawatiran seperti itu dirasakan pula oleh Khamid, sopir mobil ambulans Rumah Sakit Islam Arafah Rembang dan Ghozi, sopir mobil travel jurusan Jepara – Rembang – Surabaya.

Khamid menuturkan tangki BBM mobil ambulans harus selalu diisi penuh, karena digunakan sewaktu waktu. Misalnya seusai dari luar daerah mengantarkan pasien, maka langsung singgah ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), untuk membeli bensin. Begitu masuk SPBU ternyata kehabisan stok, ia pasti bergeser ke lokasi lain, sampai dapat.

Begitu pula Ghozi, sopir mobil travel. Setiap hari ia melintasi jalur Pantura Rembang – Surabaya, sehingga ketersediaan bahan bakar minyak sangat vital. Ghozi berharap pemerintah menjamin kelancaran pasokan. Kalau harus antre berjam jam di SPBU, mengancam pekerjaannya.

Sesuai pantauan kami pada Kamis siang (28 Agustus 2014), stok BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum wilayah Kabupaten Rembang, relatif masih lancar. Hanya ada sejumlah SPBU yang stok solarnya kosong.

Sebelumnya, PT Pertamina mencabut pengendalian kuota BBM bersubsidi ke SPBU, menyusul antrean panjang para pembeli di berbagai daerah. Akibatnya diprediksi persediaan BBM sebanyak 46 juta kilo liter akan jebol, sebelum akhir tahun 2014. Meski demikian pembatasan waktu penjualan solar bersubsidi, sesuai edaran BPH Migas tetap berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *