Flash News
No posts found

Tidak Peka, Warga Ngelus Dada

Gapura masuk kota Rembang di sisi timur gelap gulita, Kamis petang.

Gapura masuk kota Rembang di sisi timur gelap gulita, Kamis petang.

Rembang – Masyarakat menyoroti gapura masuk kota Rembang, di sebelah barat desa Tireman, kondisinya cukup gelap pada malam hari. Hal itu disebabkan, sejumlah lampu penerangan di atas gapura mati total. Akibatnya, tulisan Rembang Bangkit tidak terlihat.

Muhammad Rouf, seorang pengguna jalan asal desa Wonokerto Kec. Sale mengaku ketika lewat gapura tersebut, Kamis malam (28/8), hanya bisa mengelus dada. Ia menyesalkan ketidakpekaan instansi terkait. Padahal gapura yang menampilkan slogan kabupaten Rembang itu, ibarat wajahnya daerah. Apalagi jalur Pantura dilalui warga dari berbagai wilayah. Mereka tentu butuh penanda yang jelas, sebentar lagi akan masuk kota Rembang.

Menurutnya kalau ada kepedulian, masalah seperti itu tak perlu terjadi berlarut larut. Tinggal pasang beberapa lampu saja, kemungkinan butuh dana kurang dari Rp 500 ribu.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Bidang Tata Ruang Dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Kab. Rembang, Hendro Riyadi mengaku sudah mengetahui matinya lampu di gapura masuk kota, sejak selesai rehab, sekira setengah tahun silam. Pihaknya masih menunggu anggaran cair, untuk mengganti lampu penerangan.

Hendro menambahkan bukan berarti bidangnya tidak peduli, tetapi pengeluaran sekecil apapun, harus tetap menunggu alokasi dana.

Nantinya tidak hanya gapura keluar masuk kota saja, tetapi keberadaan taman di sekitar lokasi, juga akan diperindah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *