Flash News
No posts found

Sekali Datang, Langsung Jatuh Cinta

Pantai Karangjahe dipenuhi pengunjung. (gambar atas) Calon pengelola BMT Bus Lasem digodok oleh instruktur di pinggir pantai, Sabtu pagi.

Pantai Karangjahe dipenuhi pengunjung. (gambar atas) Calon pengelola BMT Bus Lasem digodok oleh instruktur di pinggir pantai, Sabtu pagi.

Rembang – Seperti tak mau kalah dengan kemunculan Pantai Caruban Gedongmulyo Lasem, kini Pantai Karangjahe di desa Punjulharjo Kec. Rembang Kota, juga ikut berbenah.

Pantai Karangjahe memiliki banyak keunggulan. Tak hanya ombak yang tenang dan kemolekan pasir putih masih alami, tetapi deretan ratusan pohon cemara di pinggir pantai, sudah lama menjulang tinggi, sehingga suasananya teduh.

Seorang pengunjung asal desa Balongmulyo Kec. Kragan, Imroatul Usnaiyah mengaku saat kali pertama tiba di Pantai Karangjahe, ia langsung jatuh cinta. Bahkan kalau lain hari ada waktu senggang, ingin mengajak rekan rekan dan sesama keluarganya, untuk datang lagi.

Hari Sabtu (30/8 2014), kebetulan BMT Bus Lasem juga menjadikan pesisir pantai Karangjahe sebagai lokasi pendidikan dan latihan (Diklat) 31 orang calon pengelola dasar BMT Bus, yang akan segera disebar ke berbagai daerah.

Arif Agung Kholili, pelaksana Diklat dari BMT Bus menganggap Pantai Karangjahe cukup tepat, untuk menggodok pegawai baru, lantaran lokasinya luas dan mudah ketika akan mencari tempat beristirahat. Pihaknya mendatangkan anggota TNI, guna memberikan materi latihan kedisiplinan, kerja sama dan kekompakan tim.

Di pinggir Pantai Karangjahe, juga terdapat hampir 10 orang pedagang, menjajakan aneka makanan dan minuman segar.

Siti Musrifah salah satunya. Ia menjelaskan pedagang mulai bermunculan, sejak tiga bulan terakhir. Kalau hari hari biasa, meraup penghasilan kotor Rp 300 ribu. Tapi begitu memasuki hari Minggu, pengunjung semakin ramai. Pendapatannya bisa naik satu kali lipat.

Siti Musrifah menambahkan setiap pengunjung masuk, hanya dipungut ongkos parkir. Satu mobil Rp 5 ribu, sepeda motor Rp 2 ribu.

Ia berharap pemerintah maupun pihak sponsor mau memfasilitasi menyediakan tempat berjualan yang representatif, agar nantinya lebih tertata dan tidak terlihat semrawut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *