Flash News
No posts found

Kejari Diminta Hitung Sendiri, Pengacara Bantah Suap Jaksa

Bambang Wahyu Widodo, Koordinator Lespem keluar dari Kantor Kejaksaan Negeri Rembang, belum lama ini.

Bambang Wahyu Widodo, Koordinator Lespem keluar dari Kantor Kejaksaan Negeri Rembang, belum lama ini.

Rembang – Kejaksaan Negeri Rembang didesak untuk menghitung kerugian negara sendiri, dalam kasus dugaan korupsi kebun bibit rakyat (KBR) tahun 2011 dilingkup Dinas Pertanian Dan Kehutanan.

Koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat, Bambang Wahyu Widodo menuturkan Kejaksaan Negeri Rembang sebenarnya bisa menghitung kerugian negara, tanpa harus menunggu instansi lain, Badan Pengawas Keuangan Dan Pembangunan (BPKP). Kalau alasannya kesulitan menentukan kerugian negara, menurutnya terlalu mengada ada.

Ia pernah mendengar langsung dari anggota tim penyidik, bahwa saat itu angka kerugian negara versi Kejaksaan Negeri sekira Rp 800 juta, dari nilai total proyek Rp 1,4 miliar. Kalau belakangan dihentikan, Bambang menduga antar jaksa yang menangani kasus tersebut, terjadi perpecahan pendapat. Dugaan aliran uang ke oknum jaksa, akan menjadi sorotan menarik.

Sebagaimana pernah kami beritakan, proyek kebun bibit rakyat adalah proyek penyemaian bibit jati dan sengon dari pemerintah, untuk 28 kelompok. Tapi hanya 5 kelompok mematuhi penyemaian, sedangkan sisanya justru membeli bibit sudah jadi. Pada tahap penyidikan, jaksa menetapkan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek, berinisial Swn sebagai tersangka. Swn sendiri kini pindah tugas di Dishubkominfo Kab. Rembang.

Pengacara tersangka, Darmawan Budiharto mengaku bersyukur, kasus tersebut dihentikan, karena alasan tidak cukup bukti. Lamanya perjalanan kasus, juga menjadi bahan pertimbangan. Padahal berkaitan dengan nasib hukum kliennya, seperti terombang ambing tidak jelas. Darmawan mengklaim tidak tahu menahu seputar dugaan suap, sampai akhirnya muncul SP3.
Hanya saja sampai hari Minggu (31/8), pihaknya belum menerima salinan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, I Wayan Eka Putra dalam kesempatan audiensi di ruang kerjanya, baru baru ini belum memastikan kemungkinan penghitungan kerugian negara kasus kebun bibit rakyat oleh jaksa. Berulang kali, pria asli Bali tersebut hanya menyesalkan, kenapa kasus sudah lama, tidak dituntaskan sejak dulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *