Flash News
No posts found

Pemilik Lahan Lapar, Sapi Yang Kenyang

Petani di desa Jatisari Kec. Sluke, babati tanaman padi yang kekeringan. (gambar atas) ternak sapi melahap batang padi gabuk alias tak berisi.

Petani di desa Jatisari Kec. Sluke, babati tanaman padi yang kekeringan. (gambar atas) ternak sapi melahap batang padi gabuk alias tak berisi.

Sluke – Para petani di kecamatan Sluke membabati batang tanaman padi milik mereka yang sudah mengering, karena kesulitan air.

Semula kekeringan parah melanda lahan pertanian tadah hujan di desa Jatisari, Manggar dan sekitarnya. Tanaman padi dipastikan tidak panen, kemudian dibiarkan meranggas.

Suwarno, seorang warga desa Jatisari Kec. Sluke, hari Minggu (31/8) mengaku daripada menganggur, batang tanaman padi yang ditanam ala tumpang sari dengan kedelai itu, dibabati, untuk pakan ternak sapi.

Begitu pula Mastur, petani desa Jatisari lainnya. Hampir tidak ada satupun petani panen, ketika masa tanam kedua kemarin. Nilai kerugian petani lumayan besar, yakni Rp 8 juta per hektar.

Menurutnya, kedepan untuk menunjang sarana pengairan, lahan di sekitar Jatisari cocok dengan sistem sumur bor. Ia berharap pemerintah memperbanyak bantuan sumur bor saja. Kalau embung, selain terbentur pembebasan lahan, yang kebagian biasanya sawah tertentu, sedangkan untuk dataran tinggi sulit menyedot.

Kepala Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kab. Rembang, Suratmin mengemukakan pihaknya tahun ini menggelontorkan bantuan 20 unit sumur bor, dibagi ke Kec. Bulu, Gunem, Kaliori, Sulang, Pancur, Sarang, Kragan dan termasuk wilayah Kec. Sluke yang terkena bencana kekeringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *