Flash News
No posts found

Rawan bentrok Susulan, Izin Keramaian 2 Desa Distop

Suasana pertemuan di kantor Kec. Kaliori. Tampak dua kepala desa, Banggi Pethak dan Kuangsan duduk berdampingan.

Suasana pertemuan di kantor Kec. Kaliori. Tampak dua kepala desa, Banggi Pethak dan Kuangsan duduk berdampingan.

Kaliori – Polsek Kaliori menghentikan sementara izin pentas keramaian di desa Kuangsan dan Banggi Petak Kec. Kaliori, untuk menghindari kemungkinan terjadinya perkelahian susulan antar pemuda kedua kampung yang saling bertetangga tersebut.

Kapolsek Kaliori, AKP Sunarmin menjelaskan hal itu disela sela pertemuan di kantor kecamatan Kaliori, hari Senin (01 September 2014), untuk mendamaikan desa Kuangsan dan Banggi Petak.

Ia mencontohkan kalau ada warga desa Kuangsan maupun Banggi Petak mempunyai kerja, akan menggelar pentas dangdut, campursari atau organ tunggal malam hari, sementara dilarang, sampai situasinya benar benar kondusif. Pihaknya tak mau kegiatan pentas, justru menjadi ajang saling balas dendam. AKP Sunarmin mengingatkan kalau terjadi tindak kekerasan, sebaiknya langsung dilaporkan kepada polisi. Jangan dibalas dengan kekerasan, karena tidak akan menyelesaikan masalah.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Penjabat Kepala Desa Kuangsan, Saliman dan Penjabat Kades Banggi Petak, Bathi beserta perwakilan warga. Forum pimpinan kecamatan Kaliori yang memimpin jalannya pertemuan.

PJ Kepala Desa Banggi Petak, Bathi menyatakan sebagian besar warganya tetap menghendaki hidup rukun dan damai. Namun ia merasa susah mengendalikan anak anak muda seusia SMP, yang sering kali bertindak sendiri, tanpa berkoordinasi dengan pemerintah desa. Bathi mendukung upaya pihak kecamatan, harapannya warga tidak was was lagi, ketika keluar malam.

PJ Kepala Desa Kuangsan, Saliman berharap partisipasi orang tua untuk lebih memperhatikan anak masing masing. Dengan selalu diingatkan setiap hari, menjaga pergaulan dan jangan mudah tersulut emosi, suatu saat mereka akan menyadari resikonya.

Camat Kaliori, Mustolih menekankan semua kalangan, mau bergerak bersama sama, agar permusuhan antara kelompok pemuda Kuangsan dan Banggi Petak segera berakhir. Jangan ada lagi, korban yang tidak tahu menahu, menjadi sasaran berikutnya. Peristiwa Muhammad Khoirul Anwar, warga desa Kuangsan dibacok kawanan pelaku bercadar, beberapa waktu lalu, tidak boleh terulang.

Mustolih menambahkan setelah pertemuan, perwakilan kedua desa melanjutkan penandatanganan nota kesepakatan, yang intinya siap menjaga kerukunan, sekaligus menghindari aksi main hakim sendiri. Dalam waktu dekat, forum komunikasi pimpinan kecamatan Kaliori siap mensosialisasikan keputusan itu ke setiap desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *