Flash News
No posts found

Terang Terangan, Dadu Ukir Tamat Riwayatnya

Barang bukti seperangkat dadu, diamankan polisi.

Barang bukti seperangkat dadu, diamankan polisi.

Sale – Judi dadu yang beraksi terang terangan di tempat terbuka, di desa Ukir Kec. Sale kini tamat sudah riwayatnya. Baru baru ini, petugas Polres Rembang menggrebek arena judi dadu tersebut. Tiga orang ditangkap, masing masing Slamet (28 tahun) dan Sukri 960 tahun), warga desa Ukir. Sedangkan seorang tersangka lainnya, Sutikno (50 tahun), warga desa Bangunrejo Kec. Pamotan.

Wakil Kepala Polres Rembang, Kompol Wahyu Purwidiarso menuturkan judi di desa Ukir ini sudah biasa dilihat masyarakat yang melintas, termasuk anak anak kecil. Begitu menerima laporan, pihaknya langsung turun ke lokasi.

Ia membenarkan masalah perjudian menjadi perhatian serius kepolisian. Bahkan Polda Jawa Tengah juga memberikan target, untuk memberantas segala bentuk perjudian. Maka Wahyu menghimbau masyarakat berperan aktif, ikut melaporkan, apabila mengetahui tindak perjudian.

Kompol Wahyu Purwidiarso menambahkan dalam penggrebekan judi dadu di desa Ukir, turut diamankan barang bukti berupa batok kelapa, tiga mata dadu, selembar kertas untuk memasang angka dan uang tunai Rp 495 ribu.

Seorang tokoh agama di Rembang, Zaenudin menganggap judi akan tetap tumbuh subur, apabila ketika masuk persidangan hanya mendapatkan hukuman beberapa bulan saja. Efek jeranya belum terasa, sehingga ketika keluar, banyak terpidana kambuh. Apalagi jika selama ini judi menjadi mata pencaharian. Ia mendesak hukuman bagi terdakwa perjudian diperberat, karena ancaman hukuman pada pasal 303 KUHP, sebenarnya mencapai 10 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *