Flash News
No posts found

Tersangka Punya Pistol, BPKB Palsu Hasilkan Puluhan Juta

Wakapolres Rembang, Kompol Wahyu Purwidiarso memeriksa barang bukti pistol milik tersangka, Senin siang.

Wakapolres Rembang, Kompol Wahyu Purwidiarso memeriksa barang bukti pistol milik tersangka, Senin siang.

Rembang – Dua orang tersangka pelaku diciduk anggota Polres Rembang, karena diduga terlibat dalam pemalsuan bukti kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB). Bahkan salah satu tersangka kedapatan mempunyai senjata api rakitan.

Keduanya adalah Abu Dhorin (29 tahun), warga desa Dresi Kulon Kec. Kaliori dan Yoga Haryanto (26 tahun), warga desa Pelemgede Kec. Pucakwangi Kab. Pati. Mereka hasil pengembangan dari seorang tersangka sebelumnya, Jaelani (23 tahun), warga desa Bodeh Kec. Pucakwangi Kab. Pati, yang sekarang sudah menjalani proses persidangan.

Modus operandi komplotan ini dengan menyewa mobil dari usaha rental. Setelah itu, Yoga Haryanto bertugas memalsukan BPKB sesuai dengan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan. Barulah kemudian Abu Dhorin membawa mobil ke sebuah koperasi di jalan Gajah Mada Rembang, untuk mencari pinjaman uang. BPKB dijadikan agunan, per buah rata rata bisa memperoleh pinjaman antara Rp 15 – 20 juta. Sedikitnya 3 buah BPKB palsu, masuk ke koperasi tersebut.

Salah satu tersangka, Yoga Haryanto masih bungkam, apakah ada tersangka lain yang ikut memalsukan BPKB atau tidak.

Sedangkan rekannya, Abu Dhorin mengakui dulu pernah menjadi pegawai koperasi, sehingga mengetahui koperasi mana yang mudah memberikan pinjaman, tanpa persyaratan berbelit belit. Setiap uang cair, ia mendapatkan bagian Rp 1 juta. Uangnya digunakan untuk kredit sepeda motor.

Wakil Kepala Polres Rembang, Kompol Wahyu Purwidiarso menuturkan seusai membekuk pelaku, anggotanya juga mengamankan sebuah pistol rakitan jenis revolver di rumah salah satu tersangka Yoga Haryanto, di desa Pelemgede Kec. Pucakwangi. Pistol disimpan dalam plastik kresek dan disembunyikan di kandang sapi. Polisi masih menelusuri asal usul pistol. Khusus tersangka Yoga, tentu akan dikenakan pasal berlapis. Tidak hanya pemalsuan, tetapi juga melanggar Undang Undang Darurat, tentang kepemilikan senjata api. Ancaman hukumannnya maksimal 20 tahun penjara.

Dalam gelar perkara kasus di Mapolres Rembang, Senin siang (01 September 2014) aparat menunjukkan barang bukti berupa sebuah truk, dua mobil, satu unit sepeda motor, pistol beserta peluru dan BPKB palsu. Atas terbongkarnya kasus ini, Polres Rembang menghimbau masyarakat lebih waspada, terutama pengelola koperasi simpan pinjam, untuk lebih jeli membedakan antara BPKB asli dengan yang palsu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *