Flash News
No posts found

Berturut Turut Masuk Hutan, “Dikado” Mayat

AKP Sri irianti (berpakaian dinas) dan Aiptu Rukmini, menggelar talkshow di Radio R2B Rembang, Senin sore, untuk memperingati HUT Polwan ke 66.

AKP Sri irianti (berpakaian dinas) dan Aiptu Rukmini, menggelar talkshow di Radio R2B Rembang, Senin sore, untuk memperingati HUT Polwan ke 66.

Rembang – Banyak cerita menantang dialami anggota Polisi Wanita di jajaran Polres Rembang. Kami akan hadirkan sekelumit kisah mereka, untuk meramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) Polwan ke 66, yang jatuh setiap tanggal 01 September.

Adalah AKP Sri Irianti, kini menjabat Kasat Binmas Polres Rembang. Tahun 2010 dan 2011 lalu, ketika dirinya masih menjadi Kapolsek Bulu, mendapatkan pengalaman yang tak terduga dan akan selalu dikenang sepanjang masa.

Secara kebetulan, dua tahun berturut turut ditemukan jenazah di kawasan Kedung Semar, sebuah wilayah tengah hutan, perbatasan Kab. Rembang dan Blora. Salah satunya bersamaan bulan puasa. Untuk menuju ke sana, medan jalan setapak berlumpur harus dilalui. AKP Sri Irianti mengaku mobil Polsek terpaksa ditinggal di sebelah selatan desa Sendangmulyo, setelah itu berjalan kaki sampai lokasi kejadian. Ada pula yang nekat mengendarai sepeda motor, meski berulang kali tidak bisa berjalan, gara gara ban terbenam lumpur. Ia hanya bersyukur ditengah tengah kelelahan, mampu bertahan hingga datang waktu berbuka puasa.

Lain lagi cerita Aiptu Rukmini, Kepala Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang.

Ia bertahun tahun menyidik kasus kekerasan dalam rumah tangga, pemerkosaan, pencabulan maupun pelecehan sexsual. Aiptu Rukmini prihatin terhadap tingginya korban anak, belakangan ini. Bahkan selama bulan Agustus saja, sudah 12 laporan yang ditangani oleh Unitnya. Kondisi tersebut, menurutnya bertolak belakang dengan predikat Rembang sebagai kota santri.

Aiptu Rukmini menambahkan sering menghadapi korban anak terus terusan menangis, lantaran merasa trauma. Kalau seperti itu, naluri keibuannya yang bermain. Pelan pelan anak dirayu, supaya bisa melanjutkan pemeriksaan, tanpa merasa terpaksa.

AKP Sri Irianti maupun Aiptu Rukmini hanya berharap dengan tambah usia, kelak akan muncul Polwan Polwan tangguh, yang mampu meningkatkan fungsi pelayan dan pengayom masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *