Flash News
No posts found

Duka RM Cabe, Keluarga Melarang Pergi Wisata

Suasana rumah duka di desa Turusgede Rembang. (gambar atas) Rumah makan Cabe tertutup rapat, karena pekerjanya pergi berwisata yang berujung duka.

Suasana rumah duka di desa Turusgede Rembang. (gambar atas) Rumah makan Cabe tertutup rapat, karena pekerjanya pergi berwisata yang berujung duka.

Rembang – Kecelakaan tragis di dusun Digelan desa Soropadan Temanggung, Selasa sekira pukul 06 pagi, menggegerkan masyarakat kabupaten Rembang.

Pasalnya, rombongan minibus travel yang terlibat tabrakan, membawa 12 orang pekerja rumah makan Cabe, berlokasi di pinggir jalur Pantura desa Kabongan Lor – Rembang. Mini bus tersebut bertabrakan dengan truk bermuatan pasir, sebelum tiba di obyek wisata Candi Borobudur.

Sampai Selasa sore, dikabarkan 3 orang meninggal dunia, sedangkan 9 penumpang lainnya mengalami luka luka. Tiga korban meninggal dunia yakni Joko Susanto (35 tahun), warga Kab. Purworejo, merupakan sopir mini bus, Parti (40 tahun) warga desa Kabongan Lor dan Wiwid Wulandari (27 tahun) warga desa Turusgede Rembang. Untuk korban luka, dibawa menuju rumah Sakit Soerojo kota Magelang.

Kasminah, seorang warga desa Kabongan Lor yang tinggal di dekat rumah makan Cabe mengaku mengenal sosok Almarhumah Parti sebagai orang baik dan rajin bekerja. Ia merasa kasihan, karena korban pernah menderita sakit. Meski belum sembuh total, namun tetap bekerja, demi membantu ekonomi keluarga.

Sementara itu, Kepala Desa Turusgede – Rembang, Didik Teguh Santoso mengatakan sebenarnya ketika Wiwid Wulandari akan pergi berwisata, keluarga sudah melarang, karena merasakan firasat buruk. Tapi ia menganggap sebagai garis takdir yang harus dijalani. Pihaknya sebatas menenangkan kerabat korban, supaya tabah.

Kepergian Wiwid Wulandari, membuat anak satu satunya, Jessica Frisca Febrina, baru kelas III SDN Turusgede, sekarang berstatus yatim piatu. Pasalnya sang ayah kandung, dua tahun lalu lebih dulu meninggal dunia.

Jenazah Parti maupun Wiwid Wulandari, sampai di rumah duka pukul 19.00 WIB, Selasa malam dan langsung dimakamkan. Kerabat korban menyambutnya dengan jerit tangis. Bahkan ada yang jatuh pingsan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *