Flash News
No posts found

Jatuh Ke Tangan Anggaza Widya, Pemilihan Gajah Mini Dikaji

Alun alun Rembang dipasangi pagar, untuk memperlancar proyek.

Alun alun Rembang dipasangi pagar, untuk memperlancar proyek.

Rembang – Pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang, memastikan penutupan kawasan Alun Alun Rembang dengan pagar seng, semata mata demi faktor keselamatan dan keamanan, selama pekerja menggarap proyek.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek penataan Alun Alun Rembang, Sigit Widyaksono menyatakan tidak ada maksud menutup nutupi atau takut dari pengawasan masyarakat. Ia mencontohkan alun alun sering dipakai olahraga warga maupun siswa SD, padahal nantinya akan berlangsung pemasangan lantai keramik.

Kalau belum waktunya, kemudian diinjak injak, tentu rawan menimbulkan kerusakan dan pastinya pelaksana proyek pula yang menanggung rugi. Makanya sejak awal hal hal seperti itu diperhitungkan, sehingga musti ada langkah antisipasi. Justru pihaknya terbuka menerima kritik maupun masukan, sepanjang tidak mempengaruhi rencana gambar awal.

Sigit Widyaksono memperinci pengerjaan pada tahap lanjutan diantaranya pemasangan pot dan trotoar di sisi utara, kemudian pembuatan gapura, jalur pejalan kaki dari batu koral untuk refleksi, penambahan lampu taman sebanyak 4 titik, setiap lampu berkekuatan 1.000 watt, sehingga akan sangat terang. Khusus untuk pemilihan jenis rumput bagian tengah, sempat muncul wacana rumput gajah mini. Tapi gajah mini rawan rusak, ketika cuaca panas terik. Menurutnya perlu dibicarakan lagi, mana yang lebih tepat.

Berdasarkan dokumen lelang kontrak, proyek penataan Alun Alun Rembang kali ini, dianggarkan Rp 3,8 miliar. Namun setelah lelang, jatuh ke tangan kontraktor Anggaza Widya Ridha Mulya Surabaya, dengan nilai Rp 3.506.100.000.

Menurut rencana proyek selesai selama 120 hari atau tanggal 16 Desember mendatang. Hanya saja kelak masih ada sarana penunjang lain yang musti dilengkapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *