Flash News
No posts found

Terjerat, Seketika Nafas Terhenti

Jenazah korban, Agus Nerimo Urip akan dibawa menuju rumah duka, menggunakan mobil ambulans Takmir Masjid Tasikagung, Rabu pagi.

Jenazah korban, Agus Nerimo Urip akan dibawa menuju rumah duka, menggunakan mobil ambulans Takmir Masjid Tasikagung, Rabu pagi.

Rembang – Seorang nelayan di Rembang tewas saat melaut. Korban diduga terbelit tali hingga tidak bisa bernafas. Jenazahnya, Rabu pagi (03 September 2014) tiba di dermaga pelabuhan Tasikagung.

Seusai visum, Jenazah Agus Nerimo Urip, nelayan warga dusun Ngumpleng desa Gunungsari, kecamatan Kaliori, Rembang dibawa oleh sejumlah rekannya sesama nelayan, dari kamar mayat rumah sakit Dr R Sutrasno Rembang, menuju rumah duka.

Pria berusia 37 tahun tersebut, bernasib malang. Ketika mencari ikan di perairan laut jawa, dekat pulau Karimunjawa Jepara, ia terbelit tali jaring ikan.

Tali digulung dengan mesin gardan. Diduga tangannya tersangkut, kemudian tergulung mesin, hingga jatuh terpental ke dek kapal.

Heru Widodo, salah satu rekan korban mengaku hanya mendengar suara teriakan Agus. Kejadian berlangsung sangat cepat. Seketika mesin kapal dihentikan. Namun sayang, nyawanya tak tertolong. Tampak ada luka di dekat leher, bekas hentakan tali. Juru mudi kapal berinisiatif untuk langsung pulang ke Rembang.

Kasus nelayan tewas terbelit tali tambang, sebelumnya beberapa kali pernah terjadi. Hal itu diduga karena nelayan kurang berhati hati. Anggota Satuan Polisi Air Polres Rembang, Murwoto menghimbau supaya pada waktu menggulung tali alat tangkap ikan jangan hanya satu orang, tetapi bisa saling bergantian, agar tidak kelelahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *