Flash News
No posts found

“Kain Jarikpun Masih Diterima…”

Pimpinan Cabang Pegadaian Rembang, Susatya Pramana (paling kanan) saat talkshow di Radio R2B Rembang, Kamis pagi.

Pimpinan Cabang Pegadaian Rembang, Susatya Pramana (paling kanan) saat talkshow di Radio R2B Rembang, Kamis pagi.

Rembang – Di zaman yang sudah modern ini, ternyata kain jarik masih sering digunakan sebagai barang agunan untuk meminjam uang di Pegadaian.

Pimpinan Cabang Pegadaian Rembang, Susatya Pramana, saat talkshow di Radio R2B, hari Kamis (04 September 2014), menuturkan dari 7 titik outlet pelayanan, agunan kain jarik paling tinggi berada di Pegadaian Lasem. Kemungkinan karena disana banyak tersebar industri rumah tangga pembuatan kain batik. Biasanya mereka datang dengan membawa 3 potong kain atau lebih. Uang gadai yang dicairkan cukup bervariasi, tergantung jenis dan kualitas. Kalau kondisi kain bagus, bisa memperoleh pinjaman sampai Rp 500 ribu.

Susatya Pramana menambahkan bukan hanya warga kalangan menengah ke bawah saja, tapi banyak pula warga mampu dan pemilik usaha menggadaikan batik. Mereka terkadang butuh dana segar, untuk menambah modal produksi. Bagaimanapun Pegadaian ingin benar benar melayani masyarakat, ditengah semakin menjamurnya lembaga keuangan.

Selain jarik, masyarakat umumnya tetap mengandalkan perhiasan emas dan kendaraan bermotor, untuk barang agunan.

Susatya menimpali pihaknya juga mewaspadai terhadap fenomena BPKB palsu, agar tidak menjadi korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *