Flash News
No posts found

Polisi Andalkan Tilang, Petani Bidik Varietas Baru

Truk bermuatan tebu melintasi Perempatan Yaeni Rembang, Kamis malam.

Truk bermuatan tebu melintasi Perempatan Yaeni Rembang, Kamis malam.

Rembang – Polisi di Rembang menindak tegas sopir yang mengangkut muatan tebu terlalu tinggi, karena membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kaur Binops Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Iptu Haryanto menjelaskan sering kali truk membawa muatan tebu sangat banyak, sampai harus berjalan pelan pelan. Bahkan muatanpun rawan terjatuh. Kalau sudah seperti itu, berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Misalnya muatan tebu ambruk ke samping, kemudian menimpa pengendara sepeda motor. Untuk mengantisipasi, pihaknya langsung menilang sopir truk yang melanggar. Belakangan, sebagian besar sopir truk tebu mulai menyadari. Tapi memang masih ada yang membandel, diharapkan kedepan mau mengurangi bobot muatan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kab. Rembang, Maryono membenarkan sekarang memang hampir semua armada truk pengangkut tebu memilih lewat jalur Pantura, untuk setor ke pabrik gula Pakis Pati maupun pabrik gula Rendeng Kudus.

Penyebabnya jalur dalam seperti ruas Sulang – Sumber – Dresi Kulon dan Landoh – Sumber kondisi jalan rusak parah. Kalau dipaksakan, truk bisa terguling, akibat terperosok lubang menganga.

Menurut Maryono, muatan truk tebu bisa dikurangi sampai setara dengan bak truk atau lebih sedikit. Bukan hanya mematuhi peringatan pihak kepolisian, tetapi juga karena mulai dikembangkan varietas baru. Kualitas semakin bagus, sehingga berdampak positif terhadap hasil panenan. Meski muatan berkurang, namun bobot tebu diperkirakan tetap, pada kisaran 8 ton setiap rit.

Maryono menambahkan dulu sopir berlomba lomba membawa tebu terlalu tinggi, kemungkinan berharap penghasilan yang dikantongi sebanding. Hanya saja Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia setuju, jangan sampai mengabaikan keselamatan. Maka asosiasi juga ikut menyebarluaskan sosialisasi tentang tinggi muatan kepada para petani, supaya semua pihak peduli.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *