Flash News
No posts found

“Tak Tahu Telah Tiada, Tegar Terus Menanyakan Ibunya…”

Foto kenangan Almarhumah Wiwid Wulandari dan putrinya Jessica Frisca Febrina. (gambar atas) Muhammad Nurhuda, pekerja rumah makan Cabe yang selamat.

Foto kenangan Almarhumah Wiwid Wulandari dan putrinya Jessica Frisca Febrina. (gambar atas) Muhammad Nurhuda, pekerja rumah makan Cabe yang selamat.

Rembang – Pasca kecelakaan yang merenggut nyawa pekerja Rumah Makan Cabe Kabongan Lor Rembang, nama Muhammad Nur Huda menjadi bahan pembicaraan hangat.

Pasalnya dari total 12 orang penumpang, ia satu satunya yang tidak mengalami luka luka. Sedangkan 2 penumpang meninggal dunia, 9 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit Dr Soerojo Kota Magelang. Muhammad Nur Huda bahkan langsung pulang ke Rembang, Selasa malam lalu, bersama dengan mobil ambulans yang membawa dua jenazah, Parti warga desa Kabongan Lor dan Wiwid Wulandari, warga desa Turusgede Kec. Rembang Kota.

Meski selamat, rasa trauma berat membuat Muhammad Nurhuda sempat terisak isak menangis, ketika diwawancarai Reporter R2B. Pemuda berusia 19 tahun, warga desa Karangharjo Kec. Kragan ini mengungkapkan sejak bulan Desember lalu bekerja di rumah makan Cabe sebagai koki. Suatu ketika bersama pekerja lain merencanakan pergi berwisata ke Candi Borobudur Magelang, dilanjutkan menuju Malioboro dan Pantai Parangtritis Yogjakarta. Tapi sebelum sampai tujuan, minibus travel yang ditumpangi bertabrakan dengan truk pasir di jalan raya Temanggung – Magelang, karena sopir mengantuk.

Atap kendaraan hilang, bodi kendaraanpun ringsek, gara gara kerasnya tabrakan. Korban terparah, rata rata duduk di bagian depan. Kebetulan saat kejadian, ia terlelap tidur di deretan kursi paling belakang. Begitu sadar, Nurhuda berusaha menyelamatkan sang pacar yang berada dalam satu minibus tersebut. Pacarnya mengalami luka cukup parah. Tak berselang lama, ditolong warga sekitar ke rumah sakit.

Hingga hari Jumat (05 September 2014), Tegar Putra Sadewa (09 tahun), warga desa Kabongan Lor masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Soerojo Kota Magelang. Tegar adalah putra Almarhumah Parti yang meninggal dunia. Semula Tegar sempat kritis, beruntung sekarang mulai membaik. Ia ditunggui oleh ayahnya, Indro Wartono, sambil terus terusan menanyakan keberadaan sang ibu.

Sekretaris Desa Kabongan Lor, Mohammad Syamsu Komarudin prihatin atas kecelakaan tragis itu. Ia berdoa supaya para korban segera sembuh.

Beda lagi dengan Jessica Frisca Febrina, putri semata wayang korban Almarhumah Wiwid Wulandari, warga desa Turusgede Rembang. Bocah tersebut kini berstatus yatim piatu. Kades Turusgede, Didik Teguh Santoso mengaku pihak desa siap membantu Jessica. Bentuknya seperti apa, tengah dimusyawarahkan.

Sementara itu Jumat siang, rumah makan Cabe tampak tertutup rapat. Tak ada aktivitas sama sekali. Menurut seorang warga, situasinya masih berkabung, sehingga pemilik usaha, keluarga dokter Bambang Suyudono menutup sementara dan belum ada informasi kapan beroperasi kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *