Flash News
No posts found

Kubu Penentang Siapkan Pakar, Investor Akan Hadapi Gugatan

Rencana gambar pabrik semen PT Semen Indonesia di Kab. Rembang.

Rencana gambar pabrik semen PT Semen Indonesia di Kab. Rembang.

Gunem – Meski sudah melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, namun warga penolak pabrik semen tetap bertahan di bawah tenda, dekat jalan masuk menuju tapak pabrik PT Semen Indonesia, tengah hutan wilayah desa Kadiwono Kec. Bulu, hari Sabtu (6/9).

Joko Priyanto, tokoh penolak pabrik semen dari desa Tegaldowo Kec. Gunem menuturkan sebelum pembangunan pabrik dihentikan, warga tidak akan pulang, sambil menunggu keputusan Majelis Hakim PTUN. Gugatan sebelumnya ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah dan izin lingkungan PT Semen Indonesia. Gugatan atas nama warga dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi).

Pihaknya belum tahu, kapan sidang perdana. Meski demikian, kubu penentang pabrik semen, telah menyiapkan sejumlah pakar dari Universitas Negeri Yogjakarta, IPB dan Undip Semarang, untuk membantu mereka di persidangan.

Di tempat lain, sebanyak 75 warga desa Timbrangan Kec. Gunem, pekan ini datang ke lokasi pabrik semen di Tuban, Jawa Timur. Masyarakat melihat langsung bekas galian tanah liat, yang sekarang menjadi waduk dan airnya untuk mencukupi kebutuhan penduduk.

Muhammad Faiq Niyazi, selaku Humas PT Semen Indonesia mengungkapkan warga juga diajak mengunjungi sentra bisnis, yang dibina oleh PT Semen Indonesia. Pihaknya ingin memberikan gambaran bagaimana pengelolaan lingkungan tambang, sekitar pabrik dan kepedulian perusahaan terhadap kemajuan masyarakat. Soal munculnya gugatan dari warga lain, Faiq menegaskan pihaknya siap menghadapi, karena sejak awal merasa tidak menabrak aturan. Justru melalui jalur pengadilan, akan lebih baik, supaya ada kepastian hukum.

Sementara itu Sudarji, warga desa Tegaldowo Kec. Gunem mengaku pernah berkunjung ke pabrik semen di Tuban. Ia semakin mantap mendukung pabrik semen di dekat desanya, karena sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Semen Indonesia dianggap mempunyai kemampuan mengembangkan usaha, tanpa merusak sumber mata air. Apalagi kelak lahan yang selesai ditambang, akan dikembalikan kepada warga.

Sudarji menyadari pro kontra pabrik semen adalah bagian pendidikan berdemokrasi bagi masyarakat. Waktu pula yang akan menjawab semua keraguan. Asalkan PT Semen Indonesia konsisten terhadap janji janjinya, ia optimis pabrik akan lebih banyak mendatangkan kemaslahatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *