Flash News
No posts found

Tewas, Usai Buang Air Kecil

 Nelayan di Tasikagung membicarakan kematian Suparnedi di atas kapal mini “Usaha”.

Nelayan di Tasikagung membicarakan kematian Suparnedi di atas kapal mini “Usaha”.

Kragan – Seorang nelayan warga desa Pandangan Wetan Kec. Kragan, meninggal dunia saat melaut di perairan Laut Jawa.

Korban adalah Suparnedi (63 tahun), salah satu anak buah kapal mini “Usaha” milik Sarmani, juga warga desa Pandangan Wetan.

Cerita bermula saat korban sehabis buang air kecil, langsung tidur. Setelah itu sempat dibangunkan oleh rekannya sesama nelayan, tapi ternyata sudah tidak bernyawa. Juru mudhi memutuskan langsung pulang ke Rembang. Jenazah Suparnedi tiba di dermaga pelabuhan Tasikagung, Jumat malam, kemudian dibawa ke kamar mayat rumah sakit dr R Sutrasno Rembang, untuk divisum. Tak ada tanda tanda mencurigakan pada tubuh korban. Setelah selesai visum, baru diantarkan menuju rumah duka.

Kakak korban, Muhammad Pamuji menjelaskan adiknya sudah lama bekerja sebagai nelayan, bahkan sejak masih perjaka. Ia menduga sebelum berangkat melaut, kondisinya kurang fit, sehingga semakin drop ketika memforsir tenaga selama mencari ikan.

Muhammad Pamuji menambahkan jenazah almarhum, Sabtu pagi (06 September 2014) dimakamkan di makam umum desa Pandangan Wetan Kec. Kragan. Korban meninggalkan seorang isteri dan tiga anak, salah satunya tidak bisa pulang, lantaran masih bekerja di Jepang. Keluarga sangat terpukul, lebih lebih almarhum menjadi tulang punggung keluarga.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Letda Hartono mengingatkan nelayan untuk tidak memaksakan diri berangkat melaut, apabila tidak enak badan. Lebih baik berhenti sementara waktu.

Pihaknya mengamati belakangan ini masih banyak nelayan yang berusia lanjut, rela kerja berat. Faktor ekonomi menjadi alasan utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *