Flash News
No posts found

Kapok Terapkan Sistem THL, Untung Tidak Bunuh Diri

PLT Bupati Rembang, Abdul Hafidz (tengah kenakan baju) berfoto bersama dengan pemain PSIR, belum lama ini.

PLT Bupati Rembang, Abdul Hafidz (tengah kenakan baju) berfoto bersama dengan pemain PSIR, belum lama ini.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang kapok menerapkan sistem tenaga harian lepas (THL), untuk memberdayakan pemain lokal PSIR.

Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengungkapkan waktu itu THL sebenarnya memiliki tujuan baik. Pemain PSIR dari kabupaten Rembang dimasukkan ke sejumlah dinas dan instansi pemerintah kabupaten. Tapi sempat menuai protes kalangan DPRD, sehingga akhirnya dibatalkan.

Padahal tenaga harian lepas sudah terlanjur masuk kerja, mengenakan seragam seperti layaknya pegawai negeri sipil. Ia menyadari kondisi tersebut menimbulkan beban mental. Beruntung tidak ada yang berbuat nekat, semisal sampai bunuh diri, sebagaimana guyonan salah satu kepala dinas. Secara pribadi, Hafidz meminta maaf.

Kedepan, dirinya ingin menerapkan cara lain. Lebih baik pemain lokal mengabdi dulu, sambil menunggu ada perekrutan pegawai negeri sipil.

Kalaupun lama ditunggu tidak ada, Pemkab berencana menjual PSIR Rembang kepada PT Semen Indonesia, asalkan musim kompetisi Divisi Utama berikutnya, benar benar mampu berprestasi, lolos ke level kompetisi nomor satu, yakni Indonesian Super League.

Dengan begitu, pemain PSIR bisa direkrut menjadi pegawai pabrik semen, sekaligus mendapatkan gaji dari perusahaan milik negara tersebut. Hal itu menurutnya tepat, karena anggaran serba terbatas, sedangkan penggunaan uang daerah untuk membiayai tim sepak bola profesional, dilarang pemerintah.

PT Semen Indonesia jadi incaran Pemkab Rembang, setelah akan membangun sebuah pabrik semen berkapasitas 3 juta ton per tahun, di tengah hutan, sebelah tenggara desa Kadiwono Kec. Bulu. PT Semen Indonesia diharapkan memperhatikan keberadaan Laskar Dampo Awang. Tapi syarat utamanya, PSIR harus berprestasi dulu, agar sebanding dengan biaya yang digelontorkan untuk operasional tim. Sebelumnya anak perusahaan PT Semen Indonesia, Semen Padang juga lebih dulu mengelola tim sepak bola bernama Semen Padang FC.

1 Komentar

  1. manikan

    PISR disarang maling SISwantio Cs!!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *