Flash News
No posts found

“Apa Musti Tunggu Jatuh Korban…”

Warga bersama TNI membersihkan tanah longsor yang menutupi jalan kampung dusun Kebon desa Sendangcoyo, tahun 2013 lalu.

Warga bersama TNI membersihkan tanah longsor yang menutupi jalan kampung dusun Kebon desa Sendangcoyo, tahun 2013 lalu.

Lasem – Sejumlah warga desa Sendangcoyo Kec. Lasem, mendesak pemerintah kabupaten Rembang untuk memprioritaskan penataan lingkungan yang rawan longsor di dusun Kebon desa Sendangcoyo. Bulan April 2013 lalu, dusun Kebon pernah terisolir, karena bencana tanah longsor.

Lukito, seorang warga desa Sendangcoyo menganggap jalur antara dusun Kebon menuju dusun Mentoro menjadi langganan longsor, ketika curah hujan tinggi. Tapi sampai sekarang, belum ada tanda tanda akan ditangani. Padahal cuaca panas seperti sekarang cukup tepat, apabila berlangsung kegiatan proyek, sehingga musim penghujan kelak, bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mustinya jangan menunggu bencana lebih besar dan memakan korban jiwa. Selain jalur tersebut, ruas jalan antara dusun Kebon sampai dengan desa Criwik Kec. Pancur, juga patut diantisipasi.

Sektretaris Desa Sendangcoyo, Suwarno mengaku pihaknya sudah pernah mengusulkan sejumlah tebing di daerah rawan longsor. Saat ini tengah menunggu kepastian kabar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Suharso menyampaikan pihaknya belum menetapkan anggaran, untuk kegiatan fisik di desa Sendangcoyo Kec. Lasem.

Dana APBD terbatas, sementara masih digunakan dalam proyek penanggulangan bencana di lokasi lain. Meski demikian pihaknya berjanji akan mengkaji usulan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *