Flash News
No posts found

Was Was, Dekati Pemukiman

Warga desa Ketangi Kec. Pamotan, membantu memadamkan api di tengah lahan tebu.

Warga desa Ketangi Kec. Pamotan, membantu memadamkan api di tengah lahan tebu.

Pamotan – Kebakaran tebu meresahkan warga desa Ketangi Kec. Pamotan, Minggu petang, karena kobaran api mendekati permukiman penduduk.

Kepulan asap membumbung tinggi dari lahan tebu milik sejumlah warga desa Ketangi, diantaranya H. Riyanto, Kholiq, Ali Maksum, Slamet dan Umaroh. Karena banyak daun kering mudah terbakar, si jago merah langsung menjalar cepat. Apalagi angin beritup agak kencang, sehingga masyarakat sempat kewalahan mematikan api. Mereka kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran Pemkab Rembang.

Tak berselang lama, regu pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Kuntari, seorang petugas pemadam mengaku terlebih dahulu harus membuat jalan, dengan cara menebangi tanaman menuju titik api. Air sebanyak 1 mobil Damkar dan 1 truk tangki disemprotkan. Selain itu, warga membantu memukuli api menggunakan batang tebu. Satu jam kemudian, akhirnya api bisa dipadamkan, tak sampai membakar rumah penduduk.

Kuntari menambahkan lahan tebu yang rusak terbakar, mencapai 4 hektar. Nilai kerugian ditaksir Rp 80 juta. Tak ada satupun warga mengetahui penyebab kebakaran. Namun diduga lantaran puntung rokok.

Saat menanyakan kepada pemilik lahan, biasanya tebu dipanen lebih cepat, supaya rendemain atau kadar gulanya tidak anjlok. Kalau pabrik gula menolak, kemungkinan dilarikan untuk bahan membuat gula merah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *