Flash News
No posts found

“Kami Tak Bisa Minta Daerah Tujuan…”

PLT Bupati Rembang, Abdul Hafidz membuka rapat koordinasi tenaga kerja dan transmigrasi di lantai IV Gedung Setda, baru baru ini.

PLT Bupati Rembang, Abdul Hafidz membuka rapat koordinasi tenaga kerja dan transmigrasi di lantai IV Gedung Setda, baru baru ini.

Rembang – Pemerintah kabupaten Rembang didorong melakukan sejumlah inovasi, untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kerja sama dengan daerah tujuan transmigrasi.

Kepala Desa Pancur Kec. Pancur, Sunarto berharap dinas terkait memperbanyak pelatihan ketrampilan kerja ke desa desa, sehingga bisa membangkitkan semangat berwirausaha, terutama kalangan anak anak muda. Sedangkan transmigrasi, belakangan jumlah peminat bertambah banyak. Hanya saja lokasi yang dituju, sering kali tidak sesuai dengan harapan transmigran.

Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengungkapkan lowongan kerja sektor informal sebenarnya terbuka lebar, seperti perkebunan, pertanian maupun kelautan. Tinggal bagaimana warga mau memanfaatkan dan bekerja keras.

Ia mencontohkan buruh tebu, sebagian disuplai dari luar daerah. Sedangkan peluang kerja formal di perusahaan atau perkantoran, diakui belum begitu banyak. Maka Pemkab berusaha terus menambah jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Semakin terampil lulusan sekolah, kemungkinan akan mudah bersaing menembus pekerjaan sektor formal.

Sementara untuk masalah transmigrasi, Hafidz menginstruksikan Dinsosnakertrans benar benar memastikan kesiapan infrastruktur, sehingga peserta bernasib lebih baik, bukan sebaliknya semakin sengsara.

Masalahnya program tersebut diatur oleh pemerintah pusat. Daerah tidak mempunyai kewenangan meminta. Selama ini usulan ingin ke Sumatera dan Kalimantan membludak. Kebetulan beberapa tahun terakhir, kuota yang tersedia hanya berada di Sulawesi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *