Flash News
No posts found

Kades Dikeroyok, Tiga Orang Ditangkap

Kades Bogorame Kec. Sulang, Budi Lestariyono (berjaket hitam), menjadi korban pengeroyokan.

Kades Bogorame Kec. Sulang, Budi Lestariyono (berjaket hitam), menjadi korban pengeroyokan.

Sulang – Kepala Desa Bogorame Kec. Sulang, Budi Letariyono, Rabu sore menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang di sebuah warung, sebelah selatan MTSN Sulang. Akibatnya, Budi menderita luka luka.

Aparat kepolisian mengamankan tiga orang tersangka, yakni Sukandar (39 tahun) warga desa Dresi Kulon Kec. Kaliori dan Sugiyanto (32 tahun), warga Jl Veteran Kelurahan Leteh Rembang. Seorang tersangka lain, Suharto (45 tahun), warga desa Dresi Kulon Kec. Kaliori ditangkap belakangan.

Menurut informasi yang dikumpulkan Reporter R2B, semula tersangka pelaku membeli tanah uruk dari Kepala Desa Bogorame, melalui pihak ketiga. Pada saat pertemuan di warung tersebut, Kades Bogorame berniat menangih pembayaran. Pemesan tanah merasa telah membayar dititipkan melalui sopir truk, tiap satu rit Rp 130 ribu. Sedangkan Budi mengaku belum terima uang.

Diduga sang Kades sempat melontarkan kalimat yang menyinggung perasaan, sehingga ketiga tersangka nekat melakukan pengeroyokan, menggunakan gelas dan kayu. Korban Budi Lestariyono mengalami luka 6 jahitan di bagian kepala, memar pada dahi, pipi, mata sebelah kanan, pundak dan pinggang bagian kiri lecet lecet. Selanjutnya ia menjalani perawatan di Puskesmas Sulang. Tak terima menjadi sasaran tindak kekerasan, Budi Letariyonopun langsung melapor ke polisi.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Joko Santoso membenarkan kejadian pengeroyokan yang dialami Kades Bogorame. Sampai hari Kamis (11 September 2014), para tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif, terkait dengan peran masing masing. Musti ada gelar perkara, sehingga kasus tersebut bisa terang benderang.

Korban Budi Lestariyono sendiri tidak begitu terpengaruh. Hari Kamis, ia sudah beraktivitas seperti biasa.

Budi menyatakan tak ingin berdamai, tapi menyerahkan semuanya kepada proses hukum di kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *