Flash News
No posts found

Minta Pagar Dibongkar, Ini Alasan Pedagang

Pagar di depan Ruko pasar lama Pandangan, Kec. Kragan. Ruko yang disewa sejak setahun lalu, sebagian besar tutup tidak lagi beroperasi.

Pagar di depan Ruko pasar lama Pandangan, Kec. Kragan. Ruko yang disewa sejak setahun lalu, sebagian besar tutup tidak lagi beroperasi.

Kragan – Sejumlah pedagang yang menyewa Ruko di bekas pasar lama Pandangan atau komplek sentra bordir, mendesak pemerintah kabupaten Rembang, untuk membongkar pagar di depan Ruko.

Pagar yang kondisinya masih baru tersebut, dianggap para pedagang sebagai biang keladi penyebab usaha mereka sepi pembeli. Bahkan dari total 15 Ruko, hanya sekira 6 titik yang buka, sedangkan 9 lainnya tutup, karena terancam bangkrut kalau diteruskan tetap beroperasi.

Hartini, warga desa Pandangan Wetan, salah satu penjual sate memilih masih bertahan di tempat itu.
Menurutnya, antara pemasukan dengan pengeluaran uang sewa dua Ruko Rp 2,6 juta, tidak sebanding. Ia menilai kalau pagar masih ada, usahanya sulit terlihat dari jalur Pantura. Beda seandainya pagar dibuka, kemungkinan pembeli akan lebih ramai.

Hal senada diungkapkan Safiatun, pedagang Sembako, warga desa Pandangan Wetan. Selama membuka usaha 1,5 tahun terakhir, ia mengaku penghasilan tidak menentu, belakangan cenderung kian merosot. Padahal setiap tahun harus membayar ongkos sewa sekira Rp 850 ribu.

Safiatun setuju pagar depan dibongkar saja, supaya calon pembeli tidak mengira komplek perkantoran. Rekan rekannya sesama pedagang memilih tutup lebih cepat, seraya ingin mencari lokasi lain.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UMKM Kab. Rembang, Muntoha menjelaskan kalau nantinya pedagang tidak memperpanjang sewa, tentu akan dicarikan orang lain yang berminat memanfaatkan. Bagaimanapun tarifnya tidak terlalu mahal, karena sejak awal digunakan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.

Menyangkut usulan pagar dibongkar, Muntoha menimpali Diperindagkop akan mengkaji terlebih dahulu. Apalagi pagar juga untuk keamanan barang dagangan pada malam hari, tidak tepat sepenuhnya lantaran masalah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *