Flash News
No posts found

“Mulai Sambal, Serundeng Hingga Kedelai…”

Jemaah calon haji kabupaten Rembang, keluar dari Gedung Haji, bertolak ke asrama Haji Donohudan, Sabtu pagi.

Jemaah calon haji kabupaten Rembang, keluar dari Gedung Haji, bertolak ke asrama Haji Donohudan, Sabtu pagi.

Rembang – Ada ada saja barang bawaan jemaah calon haji asal kabupaten Rembang, saat akan berangkat ke tanah suci. Mulai dari sambal, kedelai olahan untuk membuat tempe, sayur sayuran, serundeng hingga rokok.

Mashuri, seorang jemaah calon haji asal desa Menoro Kec. Sedan mengaku membawa kedelai olahan setengah kilo gram. Kebetulan ia berjualan tempe di desanya. Sewaktu waktu kalau kangen masakan kampung sendiri, bisa langsung membuat tempe. Selain tempe, ada pula perbekalan sambal pecel. Mashuri enggan mengandalkan masakan di tanah suci, khawatir tidak cocok dengan lidahnya.

Hal senada diungkapkan jemaah calon haji lainya, Sakdi, warga desa Menoro Kec. Sedan. Menurutnya selain membawa bahan bahan memasak, yang tidak kalah penting adalah uang saku. Ia mengantongi uang sebesar Rp 2 juta, perkiraan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama hampir 40 hari di tanah suci.

Salah satu ketua regu jemaah calon haji, Nurudin, dari warga desa Mojosari Kec. Sedan mengatakan sebagian jemaah biasanya beranggapan daripada repot repot, lebih baik membeli berbagai keperluan di Mekkah dan Madinah. Tapi banyak pula yang berpandangan praktis membawa sendiri dari rumah, karena harga sejumlah komoditas di tanah suci cukup mahal. Contohnya rokok, di Rembang rata rata Rp 15 ribu, tapi di Mekkah hingga 20 real atau setara dengan Rp 60 ribu per bungkus. Nurrudin sendiri menyiapkan stok rokok, tapi tidak begitu banyak, khawatir disita oleh petugas Bandara.

Jemaah calon haji kabupaten Rembang, diberangkatkan dari Gedung Haji, Jl Pemuda Rembang dalam tiga gelombang. Sabtu pukul satu dini hari sebanyak 258 orang, Sabtu pukul 11 siang sebanyak 369 jemaah dan terakhir 47 orang pada Sabtu malam. Total semuanya yakni 674 orang jemaah calon haji.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang, Muhammad Athoillah Muslim menyampaikan sebenarnya penyelenggara rutin menyalurkan makanan, sehingga tidak perlu susah susah memikirkan makanan. Ia juga menghimbau jemaah calon haji jangan merokok di tempat sembarangan, apalagi di dekat kawasan Masjidil Haram. Kalau ketahuan merokok dan ngawur membuang puntung rokok, polisi setempat akan memberlakukan denda Rp 500 ribuan kepada pelanggar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *