Flash News
No posts found

Siap Memblokir, Lelang Ulang Lamban

Seorang warga berhenti untuk memasang masker, di pinggir jalan desa Narukan Kec. Kragan, baru baru ini.

Seorang warga berhenti untuk memasang masker, di pinggir jalan desa Narukan Kec. Kragan, baru baru ini.

Kragan – Warga desa Narukan Kec. Kragan mengancam akan memblokir jalan raya antara desa Narukan dan Sumurpule, karena sudah bosan terganggu oleh banyaknya debu akibat jalan rusak. Dengan menutup jalan, truk tambang tidak bisa lewat lagi mengangkut batu tras.

Turmundzi, Kades Narukan Kec. Kragan didampingi salah satu perangkatnya, Nurhadi mengaku sudah mendengar keluh kesah tersebut. Tapi sejauh ini belum terlaksana, karena pihaknya mengingatkan cara tersebut pasti melumpuhkan lalu lintas Pandangan – Sedan dan pengguna jalan lainpun ikut terkena imbasnya.

Kepala Dusun Narukan, Nurhadi menimpali warga yang rumahnya di pinggir jalan raya, kehidupan sehari hari sudah tidak normal. Banyak yang mengungsi dari rumah mereka menuju ke rumah kerabat.
Saat sore hari, pada waktu iring iringan truk tambang selesai beroperasi, warga baru pulang untuk bersih bersih dan kembali hidup tenang. Tapi keesokan harinya lagi lagi menikmati debu pekat.

Nurhadi mengungkapkan warganya termasuk sangat sabar. Siapapun akan marah, terganggu jalan rusak dan tidak memperoleh apa apa dari hilir mudik truk pengangkut tras yang disetor ke pabrik semen di Tuban Jawa Timur. Tak heran belakangan muncul kabar ancaman pemblokiran, sebagai bentuk kekesalan yang memuncak. Kemungkinan minggu depan, warga mulai turun tangan.

Seorang warga desa Narukan Kec. Kragan, Eni Afruhah mengungkapkan debu semakin pekat di kampungnya, gara gara setiap jalan rusak berlubang, langsung diuruk tras, agar cepat tertutup. Padahal ketika tras dilindas ban kendaraan dalam keadaan cuaca panas terik seperti sekarang, debunya pasti mengerikan. Maka dirinya menolak pengurukan batu tras, justru lebih baik dibiarkan saja. Selama setahun terakhir upaya penanganan darurat itu dijadikan andalan, atas inisiatif para penambang. Jalan satu satunya untuk mengurangi dampak debu, Eni menyemprotkan air ke jalan dua kali sehari.

Sementara itu Kepala Seksi Peningkatan Jalan Dan Jembatan DPU Kab. Rembang, Sigit Widyaksono menjelaskan setelah lelang proyek pembetonan jalan Pandangan – Gandrirojo sepanjang 5,8 km pada tahap pertama lalu, gagal membuahkan pemenang, kini tahapan lelang ulang, rekanan sudah mulai memasukkan penawaran, dilanjutkan dengan evaluasi.

Setelah itu pengumuman calon pemenang, masa sanggah, penetapan pemenang, masa sanggah banding dan yang paling terakhir adalah penunjukan kontrak. Ia berharap masyarakat sekitar Sumurpule, Narukan, Sendangwaru hingga Gandrirojo bersabar. Pihaknya tidak bisa serta merta menata jalan, tapi harus melewati sejumlah proses.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *