Flash News
No posts found

Ditemukan SIM Palsu, Polisi Siap Pelototin

Kaur Binops Satlantas Polres Rembang, Iptu Haryanto.

Kaur Binops Satlantas Polres Rembang, Iptu Haryanto.

Rembang – Satuan Lalu Lintas Polres Rembang meningkatkan ketelitian, saat berlangsung giat operasi kendaraan di jalan raya, menyusul ada temuan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu.

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Raden Dian Kusumasmoro melalui Kaur Binops Satlantas, Iptu Haryanto ketika dikonfirmasi membenarkan baru baru ini pihaknya menggelar operasi di jalur Pantura pertigaan menuju rumah sakit dr R Sutrasno. Seorang pengendara sepeda motor sempat menunjukkan STNK dan SIM nya. STNK tak masalah, tapi anggotanya mencurigai SIM yang bersangkutan, diduga palsu. Setelah meminta keterangan pengendara motor, belakangan diketahui merupakan pegawai sebuah toko telefon selular ternama di Rembang. Ia akhirnya mau mengakui bahwa SIM tersebut dicetak sendiri, dengan meniru SIM asli milik rekannya.

Karena sudah memalsukan dokumen, anggota Satlantas menyerahkan tersangka kepada Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, untuk diperiksa lebih lanjut. Iptu Haryanto menambahkan kasus semacam itu tergolong baru, maka anggota yang melaksanakan giat operasi harus cermat mengecek SIM maupun STNK. Pihaknya juga menghimbau masyarakat jangan coba coba memalsukan dokumen.

Menurut Iptu Haryanto, SIM asli dan palsu sebenarnya mudah dibedakan. SIM asli pada bagian depan terdapat identitas pemilik, foto, sidik jari dan memiliki latar belakang tulisan SIM secara berurutan. Sedangkan bagian belakang ada hologram khusus dicantumkan pula ketentuan pidana bagi pelanggar yang tidak mengantongi SIM. Sementara SIM palsu, warna agak buram dan bentuk hologramnya jauh dari sempurna.

Seorang pemohon SIM, Ahmadi mengaku baru saja membuat SIM C. Waktu itu habis sekira Rp 370 ribu. Ia menduga tersangka pemalsuan tak ingin repot repot mengeluarkan biaya dan melewati sejumlah tahapan pembuatan SIM. Kalau dirinya disuruh memilih, lebih baik membuat SIM secara prosedural, daripada memalsu yang bisa berujung dengan proses hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *