Flash News
No posts found

Lamban, Karena Harus Cetak Sendiri

Talud untuk mencegah abrasi di desa Bonang Kec. Lasem.

Talud untuk mencegah abrasi di desa Bonang Kec. Lasem.

Lasem – Pembangunan talud pemecah gelombang di pinggir pesisir pantai utara desa Bonang Kec. Lasem, hari Minggu (14 September 2014) belum tuntas 100 %.

Kepala Desa Bonang Kec. Lasem, Syaeful Sodiqin memperkirakan tingkat pengerjaan baru mencapai 50 %. Pada bagian barat dipasangi bolder atau batu berukuran besar, tapi untuk sisi timur dibuat dengan sistem mirip gorong gorong beton. Pihaknya semula mengusulkan talud bentuk gorong gorong tersebut membeli ke pabrik saja, agar lebih cepat. Tapi sejak awal pelaksana merencanakan gorong gorong harus dibuat sendiri. Meski proses pencetakan agak lambat, namun ia menargetkan 1 – 2 bulan kedepan, proyek bisa selesai.

Syaeful Sodiqin menambahkan talud pemecah gelombang panjangnya 400 meter, mulai dari sebelah utara Masjid Kiai Rozak, ke timur sampai dengan tikungan dekat Pasujudan Sunan Bonang. Pihaknya berharap tinggi talud dikondisikan 2,5 meter, agar pada musim ombak baratan, tidak mudah diterobos ombak besar.

Menurutnya, ketika ombak baratan, sering kali gelombang laut mengerikan disertai angin kencang. Akibatnya kandang dan dapur rumah warga, ikut terseret ombak. Setelah dibangun tanggul penahan abrasi, diharapkan kerusakan bangunan tidak terulang kembali.

Pria asli desa Leran Kec. Sluke ini menambahkan proyek talud tersebut menelan dana Rp 1 miliar. Rinciannya, Rp 800 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sedangkan sisanya Rp 200 juta, dana pendamping dari Pemkab Rembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *