Flash News
No posts found

Pernah Nabung 20 Ribu, Warga Ini Akhirnya Berangkat Haji

Ali Subchan, jemaah calon haji asal desa Sendangasri Kec. Lasem.

Ali Subchan, jemaah calon haji asal desa Sendangasri Kec. Lasem.

Lasem – Berkat kerja keras dan rutin menabung selama lima tahun terakhir, pria ini akhirnya mampu pergi berhaji. Selain berdagang, ia juga merangkap menjadi perangkat desa. Berikut kami hadirkan kisah Ali Subchan (48 tahun), warga dusun Rangkah desa Sendangasri Kec. Lasem.

Ali Subchan saat ditemui di Gedung Haji Rembang, sebelum naik bus Sabtu siang, mengaku bersyukur bisa berangkat menunaikan Rukun Islam ke 5 tahun 2014.

Kala itu ia mendaftarkan diri bersama sang isteri, Suratin pada bulan November tahun 2010. Terlambat sedikit saja, kemungkinan waktu keberangkatan menjadi mundur. Pasalnya jemaah yang mendaftar bulan Desember 2010, tidak masuk ikut dalam rombongan, menyusul kebijakan pembatasan dari pemerintah Arab Saudi. Pria berusia 48 tahun ini menceritakan sehari hari menjadi Kaur Pembangunan desa Sendangasri, tapi juga merangkap berdagang, menjual Sembako kecil kecilan. Dirinya ingat betul setiap hari menyisihkan uang sedikit demi sedikit, bahkan pernah hanya menabung Rp 20 ribu per hari. Sampai kemudian mampu mengumpulkan uang, untuk melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) sebesar 3.231 US Dolar. Kalau kurs rupiah Rp 11 ribu, setiap orang membutuhkan dana Rp 35 jutaan.

Ali Subchan menambahkan tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 35. Ketika tiba di tanah suci, rencananya memperoleh jatah pondokan atau maktab di daerah Baqutmah. Jaraknya dengan ka’bah, mencapai 6 kilo meter. Kalau berjalan kaki, tentu akan menguras tenaga. Kemungkinan lebih banyak memanfaatkan sarana transportasi bus. Tapi sesekali jika ingin melihat keadaan sekitar, Ali siap siap saja berjalan kaki. Apapun ketika sudah diniati, pasti akan terasa lebih ringan.

Sementara itu, seorang ulama di Rembang, Nuril Haq Syaifullah meminta masyarakat jangan berkecil hati mempermasalahkan banyaknya antrean jemaah calon haji, sehingga jemaah ketika mendaftar hari ini, baru bisa berangkat ke tanah suci pada tahun 2028.

Ia mengungkapkan apabila seseorang telah mendaftarkan diri sebagai jemaah calon haji, tapi belum waktunya berangkat, ternyata meninggal dunia, maka insyaallah dicatat pahalanya sama seperti berhaji.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *